BMT UGT Sidogiri Mendapat Kucuran Pembiayaan dari BSM dan BRI Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Usai sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke – 14, BMT UGT Sidogiri – Pasuruan, Jawa Timur, juga beroleh kepercayaan besar dari dua bank umum syariah BUMN yang menggelontorkan dana pembiayaan cukup besar kepada BMT berprestasi ini, guna disalurkan ke pembiayaan mikro kepada para anggota BMT.

BMT koperasiTercatat kedua bank syariah tersebut adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BRI Syariah yang sama-sama mengucurkan dana sebesar Rp 100 milyar, sehingga total pembiayaan yang diterima BMT UGT Sidogiri adalah senilai Rp 200 Miliar.

Direktur Utama BMT UGT Sidogiri – Abdul Majid Umar saat berdiskusi dengan Direktur BSM – Achmad Syamsudin dan Direktur Utama BRI Syariah – Moch Hadi Santoso mengungkapkan, bahwa kemitraan antara bank syariah dan BMT yang dilakukan tersebut merupakan wujud dari komitmen dalam mengembangkan sektor riil syariah. Alasannya, dalam sistem keuangan atau perbankan tak bisa hanya pada fokus pada sektor finance saja, Melainkan juga perlu menyeimbangkan kepada sektor riil, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dan untuk itu, perlu adanya sinergisitas terhadap BMT. Hal ini didasari karena anggota BMT mayoritas adalah pelaku UMKM yang mengembangkan sektor riil. “Inilah manfaat dari sinergisitas antara BMT UGT Sidogiri dengan bank syariah,” ujar Abdul Majid Umar.

Kemitraan BMT UGT Sidogiri dengan bank syariah bukan sekedar penyaluran pembiayaan dalam bentuk linked program UMKM saja, akan tetapi lebih dari itu. Seperti dengan BRI Syariah, dengan melakukan co-brainding host to host kartu ATM BMT UGT Sidogiri dengan ATM BRI Syariah. Dengan co-brainding ini, semua anggota BMT UGT Sidogiri mampu melakukan transaksi real time dengan menggunakan mesin ATM jaringan BRI Syariah dan BRI konvensional yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia. Begitu juga untuk debit, penarikan ATM bersama dan segala macam filtur pada mesin ATM BRI Syariah.

Salah satu kelebihan dari co-brainding ini, BRI Syariah hanya memperoleh keuntungan dari jasa penggunaan transaksi mesin ATM dan IT saja, sementara keberadaan pengelolaan uang berada dalam sirkulasi di BMT UGT Sidogiri.

Dengan demikian, menurut Direktur Utama BRI Syariah – Moch Hadi Santoso, kedua belah pihak sama-sama memperoleh keuntungan dalam bisnis ini. Konsep model yang terjadi di BMT UGT Sidogiri, akan menjadi role model, bagi BRI Syariah untuk menjalin kemiteraan dengan BMT atau koperasi syariah lainya.

Sementara itu, Direktur BSM – Achmad Syamsudin, menambahkan, selain memberikan penyaluran pembiayaan, BSM juga menjalin kemiteraan dalam penggunaan e-money Bank Syariah Mandiri sebagai uang komunitas bagi para santri dan anggota BMT UGT Sidogiri.

Dengan menggunakan e-money Bank Syariah Mandiri, anggota BMT UGT Sidogiri tak perlu membawa uang banyak dalam dompet yang dimilikinya. Selain itu manfaat dari uang elektronik tersebut sangat besar, yakni untuk pembayaran tol, transportasi bus way, transportasi kereta, transaksi di supermarket, restoran, dan bahkan untuk pembayaran uang sekolah.

Melalui kemiteraan dengan BMT UGT Sidogiri, Achmad Syamsudin, menyakini e-money Bank Syariah Mandiri akan mampu terdistribusikan sangat besar, melihat BMT UGT Sidogiri yang sudah “naik kelas” menjadi koperasi primer nasional dengan kantor cabang dan cabang pembantu sebesar 257 unit, serta anggota 11.602 orang. “Saya rasa potensi market tersebut sangat besar untuk pengembangan bisnis kedua belah pihak antara BSM dan BMT UGT Sidogiri,” demikian Direktur BSM – Achmad Syamsudin.