PT Bank Negara Indonesia (BBNI) Tbk (Persero) mencatat laba bersih pada kuartal I 2015 sebesar Rp 2,82 triliun. Angka ini tumbuh 17,7 persen dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 2,39 triliun

Dari penyaluran kredit, perseroan mencatat pertumbuhan sebesar 9,1 persen dari Rp 247, 12 triliun pada kuartal I/2014 menjadi Rp 269,51 triliun. “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kredit segmen menengah yang tumbuh 27 persen,” ujar Baiquni.
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
- Bank Muamalat Indonesia Menutup Rangkaian Kegiatan HUT RI ke-81 dengan Meriah
- CIMB Niaga Hadirkan Beragam Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2026
- Bank Muamalat Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Tempatkan Nasabah sebagai Pusat Inovasi
Adapun komposisi kredit yang telah diberikan adalah segmen korporasi 27,1 persen, BUMN 15,1 persen, usaha menengah 14,6 persen, usaha kecil 14,1 persen, kredit consumer 19,5 persen (KPR, Kartu Kredit, dan Kredit Konsumer lainnya), dan pembiayaan perusahaan anak dan international 9,6 persen.
Khusus untuk kredit infrastruktur, tambahnya, perseroaan telah menyaluarkan pembiayaan infrastruktur sebesar Rp 48, 5 triliun selama kuartal I/2015. “Pembiayaan infrastruktur disalurkan untuk proyek infrastruktur telekomunikasi, jalan told an konstruksi, kelistrikan, transportasi dan migas (minyak dan gas),” papar Baiquni.
Menurutnya, pertumbuhan kredit ini didukung oleh tingkat kecukupan permodalaan atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 17,8 persen atau naik dari 15,6 persen. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tiga bulan pertama tahun ini, perseroan mencatat tumbuh sebesar 11,4 persen secara year-on-year menjadi Rp 305,15 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Dari total DPK tersebut, komposisinya masih didominasi komponen dana murah (CASA) sebesar 63 persen,” ujarnya.
Melalui pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, rasio loan to deposir ratio perseroan pada kuartal I/2015 berada di level 87,8 persen, mengalami penurunan dibandingkan kuartal I/2014 sebesar 88,4 persen. Sementara itu, rasio NPL gross BNI mengalami penurunan dari 2,3 persen menjadi 2,1 persen. Seiring dengan itu, NPL nett BNI juga menurun dari 0,6 persen di periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 0,5 persen.

