BNI Dipercaya Layani MPN Valas G2

[sc name="adsensepostbottom"]

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, kembali dipercaya menjadi bank persepsi mata uang asing yang melayani Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN Valas G2).

bniiiiDitunjukan BNI sebagai bank persepsi mata uang asing untuk melayani MPN Valas G2 ini ditandai dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama di Kementerian Keuangan RI oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowirjono dan Direktur Bisnis Banking BNI, Sutanto, di Jakarta, Senin (13/4).

Sutanto mengatakan, penandatangan perjanjian kerja sama dengan Kementerian Keuangan ini merupakan awal yang sangat baik untuk merealisasikan instruksi Kementrian BUMN dan Peraturan Bank Indonesia (BI) serta untuk memperkuat sinergi BUMN.”Tentunya juga dapat membantu meningkatkan penerimaan negara dengan memberikan kemudahaan bagi penyetor penerimaan negara baik pajak, PNBP maupun cukai atau kepabeanan,” kata Sutanto, dalam rilisnya yang diterima Mysharing, Senin (13/4). Baca: BNI Fasilitasi Transaksi Hedging PLN

Lebih lanjut ia menjelaskan, sejak tahun 2012 BNI, menjadi satu-satunya bank persepsi mata uang asing yang melayani Modul Penerimaan Negara Generasi 1 (MPN Valas G1). Pada tahun 2014, BNI kembali dipercaya menjadi salah satu bank persepsi mata uang asing yang melayani MPN Valas G2.

Menurutnya, sejak bulan Mei 2014 hingga Maret 2015, total transaksi MPN Valas G2 melalui BNI mencapai 2.133 transaksi dan nilainya mencapai sekitar USD 388,334 juta. Perbedaan MPN Valas G1 dan MPN Valas G2 adalah pada MPN Valas G2, penyetoran dapat menggunakan kode billing (elektronik), melalu beragam channel pembayaran yaitu teller, internet banking, ATM dan EDC. Waktu penyetoran pun tidak terbatas 24 jam perminggu. Sedangkan MPN Valas G1, masih menggunakan slip setoran dan channel pembayaran hanya melalui teller dan internet banking, sehingga waktur penyetoran terbatas hanya pada jam kerja saja.

Pembayaran penerimaan negara melalui saluran-saluran tersebut langsung dilaporkan dan disetorkan BNI kepada Kementerian Keuangan RI pada hari yang sama. “Keuntungan bagi Kementerian Keuangan, laporannya kami pastikan benar, akuntabel dan transparan. Sedangkan keuntungan bagi nasabah yang melakukan setoran penerimaan negara sangat praktif, mudah, cepat dan akurat,” kata Sutanto.

Menurutnya, BNI juga merupakan salah satu bank persepsi untuk melayani MPN G2 dalam mata uang rupiah, dari bulan Mei 2014 hingga Maret 2015, transaksi MPN G2 rupiah mencapai 174/409 transaksi yang nominalnya mencapai sekitar Rp 41 miliar. Baca: BNI Perkuat Layanan Hedging dengan Garuda Indonesia

Selain BNI, bank BUMN lainnya yang resmi ditunjuk sebagai bank persepsi mata uang asing untuk melayani MPN Valas G2 yaitu bank Mandiri dan BRI.