PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendorong beberapa Kampoeng BNI yang telah dibinanya berkembang menjadi Desa Wisata.

Beberapa Kampoeng BNI tersebut diundang untuk mendapatkan motivasi dan pelatihan tentang managemen Desa Wisata melalui capacity building dan benchmarking di Kampoeng BNI Wisata Borobudur , di Desa Wanurejo, Magelang.
“Untuk memaksimalkan workshop tersebut, setiap Kampoeng BNI tidak hanya diwakili oleh pimpinan Sentra Kredit Kecil BNI yang menanganinya, melainkan juga mengundang mitra binaan kampoeng BNI tersebut,” kata Tribuana dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis (28/5).
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Menurutnya, dipilihnya Kampoeng BNI Wisata Borobudur sebagai tempat capacity dan benchmarking ini dimaksudkan untuk belajar langsung mengenai pengelolaan daerah wisata memanfaatkan potensi yang dimiliki. Sebagian besar Kampoeng BNI yang didorong menjadi Desa Wisata ini memiliki basis usaha di sektor ekonomi kreatif seperti batik, kerajinan dan tenun.
“Dengan menjadi Desa Wisata, diharapkan akan mendukung pemasaran dan penjualan produknya sekaligus mendatangkan wisatawan yang berarti menjadi nilai tambah perekonomian daerah setempat,” ujar Tribuana.
Ada 10 Kampoeng BNI yang diundang mengikuti pelatihan capacity building ini, yaitu Kampoeng BNI Tenun Pandai Sikek dari Sumatera Utara, Kampoeng BNI Songket Palembang dari Sumatera Selatan, Kampoeng BNI Batik Wiradesa Pekalongan dari Jawa Tengah, Kampoeng BNI Mete Imogiri Bantul dari Yogyakarta, Kampoeng BNI Batik Lasem dari Jawa Tengah, Kampoeng BNI Sasirangan Banjarmasin dari Kalimantan Selatan, Kampoeng BNI Kamasan dari Bali, Kampoeng BNI Inggris Pare Kediri dari Jawa Timur, Kampoeng BNI Toraja dari Sulawesi Selatan, dan Kampoeng BNI Tapis Lampung.
Tribuana menjelaskan, bahwa program Kampoeng BNI Wisata Borobudur telah dimulai setahun yang lalu. BNI menyalurkan pembiayaan kredit kemitraan kepada pelaku usaha mikro yang bergelut dibidang pariwisata di sekitar Candi Borobudur. Kredit kemitraan merupakan pinjaman lunak kepda usaha mikro perorangan yang belum bankable untuk pengembanagn usaha dengan plafond maksimal Rp 100 juta. Penyaluran kredit lunak diberikan untuk perajin, pemilik homestay hingga pedagang hasil bumi.
Dalam Kampoeng BNI, program PKBL BNI tidak sekadar menyalurkan pembiayaan usaha, namun juga memberikan capacity building atau pelatihan peningkatan kapasitas, misalnya pelatihan motif tenun sesuai keinginan pasar internasional, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pemasaran yang efektif, dan pelatihan lainnya sesuai kebutuhan mitra binaan.
Selain itu, lanjutnya, BNI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana di dalam Kampoeng BNI, misalnya showroom, packing house, balai pertemuan, dan juga sarana sosial masyarakat. BNI juga memberikan bantuan pendidikan kepada keluarga mitra binaan berupa beasiswa dan sarana pendidikan lainnya.

