PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dalam mendukung bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sutanto, mengatakan, sinergi BNI dengan PNM telah berjalan sejak tahun 2007 melalui penyaluran kredit program. Penyaluran kredit tambahan modal kerja sebesar Rp 750 miliar kepada PBM akan memperluas jangkauan layanan BNI khususnya kepada pelaku UMKM.
Sutanto berharap sinergi ini dapat meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bukan hanya bagi kedua institusi tapi juga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis UMKM.“Kerjasama ini terus ditingkatkan dengan aliansi strategis penyaluran kredit komersial yang digunakan untuk pembiayaan pelaku UMKM. Total kredit BNI melalui PNM yang telah dikucurkan hingga saat ini mencapai Rp 880 miliar,” kata Sutanto.
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Hingga 31 Maret 2015, BNI telah menyalurkan pembiayaan ke UMKM senilai lebih dari Rp 39 triliun. Kredit ini sebagian besar disalurkan untuk mitra BNI yang sudah mengembangkan bisnis yang feasible dan bankable, bank melalui penyaluran langsung ke pelaku UMKM maupun melalui kerjasama dengan lembaga bank dan non bank.”Khusus kerjasama ini telah disalurkan melalui 3.450 lembaga keuangan, dengan baki debet mencapai Rp 4,4 triliun per 30 Maret 2015,” ujarnya.
Selain bantuan modal, lanjutnya, kontribusi BNI terhadap perkembangan sektor UMKM di Indonesia juga dilakukan melalui berbagai kegiatan. BNI dalam beberapa kesempatan melakukan pendampingan pengembangan usaha UMKM, mengikuti sertakan debitur kredit UMKM. Yakni mengikuti sertakan debitur kredit UMKM dalam pelatihan pengembangan kompetensi bisnis.
BNI juga, memberikan kesempatan UMKM terpilih untuk mengikuti event-event besar nasional. Sepeperti Kampoeng BNI Nusantara, Indonesia Fasihon Week, Inacraft, event international dan program pemerintah.
Ia menegaskan, jika sektor UMKM nasional mampu meningkatkan daya saing usahanya, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 akan menjadi peluang emas bagi sektor ini untuk berkembang lebih baik. Perdagangan ASEAN pun terus meningkatkan dari tahun ke tahun, ditambah lagi program kebijakan pemerintah Indonesia yakni keberpihakan kepada UMKM dan Industri Kreatif.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Operasi PNM, Kemas Hasani, menyakini kerjasama ini dapat meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bukan hanya bagi BNI maupun PNM, namun juga bagi pertumbuhan bisnis UMKM.” Kalau biasanya kerjasama dengan swasta, tidak ada masalah kami bekerjasama dengan BUMN juga. Ini sinyal sinergi yang baik memajukan bisnis UMKM Indonesia,” pungkasnya.

