BNI Luncurkan Tabungan Laku Pandai di NTB

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menerapkan program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Komitmen ini diwujudkan melalui peluncuran produk “Tabungan BNI Pandai.”

BNI telerPeluncuran Tabungan BNI Pandai ini dilaksanakan di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (8/6). Acara ini dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mualiman D Hadad, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, dan wakil Walikota Bima H.A. Rahman H Abidin.

Dalam sambuatnnya, Muliaman, mengatakan, program Laku Pandai dikeluarkan OJK sebagai bentuk inovasi penyediaan infrastruktur layanan jasa keuangan guna menjangkau kelompok masyarakat kurang beruntung di pedesaan dan derah terpencil.

Menurut Muliaman, sampai saat ini sudah ada enam bank termasuk BNI yang mengikuti program Laku Pandai ini.” Diharapkan 11 bank lain yang sudah merencanakan ikut dalam progam ini bisa segera merealisasikan tahun ini untuk bersama-sama kita buka akses keuangan ke masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Muliaman dalam rilis BNI yang diterima MySharing, Senin (8/6).

Sementara itu, Achmad Baiquni menuturkan BNI memilih untuk memulai program Laku Pandai di Desa Kolo, NTB ini karena dinilai membutuhkan keperpihakan dalam hal peningkatan literasi keuangan. BNI juga ingin mengembangkan agen Laku Pandai di wilayah Indonesia Timur. Setelah Bima, tempat lain untuk Laku Pandai adalah Mataram di Nusa Tenggara Barat dan Kupang di Nusa Tenggara Timur. “Laku Pandai ini diharapkan dapat memfasilitasi dan memotivasi masyarakat akan budaya menabung sekaligus mendekatan dan memperkenalkan layanan perbankan,” kata Baiquni.

Ia menjelaskan, adapun seperti halnya karakteristik produk tabungan dasar (basis saving account) yang disyaratkan OJK untuk Laku Pandai. Yakni produk tabungan Pandai BNI bebas biaya administrasi dan memperoleh bunga. Tabungan BNI Pandai ini memiliki batasan maksimum transaksi per bulan Rp 5 juta baik transfer maupun tarik tunai dan maksimum saldo Rp 2 juta.

Sementara itu, lanjut dia, jasa perbankan yang dapat dilayani oleh agen BNI 46 pada tahap awal pembukan rekening, setor tunai, dan tarik tunai tabungan BNI Pandai yang didukung oleh jaringan real time online untuk memperoleh akses bagi masyarakat. BNI juga menyiapkan perlengkapan teknologi berupa Electronic Data Capture ( EDC) mini ATM yang ditempatkan di agen untuk setor tunai, cek saldo, dan tarik tunai serta pembelian pulsa, dan transfer antar rekening BNI.

Selain EDC mini ATM, BNI juga menyediakan sarana web base untuk pembukaan rekening, setor tunai, dan tarik tunai. Nasabah juga disediakan buku tabungan dan kartu debit. Baiquni berharap Laku Pandai menjadi peluang untuk mengembangkan basis nasabah dan channel distribution selain kantor cabang. “Kedepan fitur produk akan dikembangkan ke produk-produk yang telah dicanangkan OJK seperti kredit atau pembiayaan mikro dan asuransi mikro,” ujar Baiquni.

BNI, lanjut dia, menargetkan dapat menjalin kerjasama dengan 3.000 agen perorangan dan badan hukum yang tersebar di seluruh Indonesia sampai dengan Desember 2015. Dengan adanya agen yang menjadi representasi dari bank Maka, manfaat yang diperoleh BNI adalah BNI memiliki perpanjangan tangan untuk peningkatan akses ke calon nasabah di pelosok sekaligus mempercepat pertumbuhan tingkat literasi keuangan sebagai progam inklusi keuangan. Diharapkan para agen Laku Pandai akan memperkaya jaringan outlet BNI yang hingga 31 Maret 2015 memiliki 1.772 outlet.