Dukung program kemaritiman, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus melakukan perluasan dan percepatan penyaluran kredit ke sektor kelautan dan perikanan, dengan merealisasikan distribusi pinjaman melalui pola Kredit Kepala Lembaga Keuangan (KKLK).

Direktur Bisnis Banking 2 BNI, Sutanto, mengatakan ada dua perjanjian KKLK yang telah dilakukan, yaitu pertama KKLK melalui BPR Pesisir Akbar dengan total plafon sebesar Rp 15 miliar. Kedua, KKLK melalui KUD Mina Samudera dengan total plafon sebesar Rp 2 miliar.
“Upaya BNI untuk terus menyalurkan kredit di sektor Kelautan dan Perikanan ini selaras dengan Program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline) yang merupakan insiatif jangka pendek dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” kata Sutanto, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Jumat (23/10).
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
- Musim Dingin di Palestina, BMM Kirim Relawan Untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
- CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Standar Baru Pengelolaan Kekayaan Nasabah HNWI
Menurut Sutanto, program jarring ini untuk meningkatkan peran serta sektor keuangan dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor kemaritiman. Dan KKLK merupakan salah satu pola pembiayaan yang disiapkan BNI dalam mempercepat dan memperluas penyaluran kredit di sektor Kelautan dan Perikanan.
Hingga September 2015, lanjut Adi, total portofolio BNI di sektor kemaritiman (termasuk didalamnya sektor kelautan dan perikanan) mencapai lebih dari Rp 9,7 triliun. Perolehan tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir tahun 2014 yang mencapai Rp 8,7 triliun.
“BNI memiliki beberapa contoh pembiayaan yang dapat dijadikan lesson learned yaitu pembiayaan melalui Kampoeng BNI Kelautan,Pembiayaan SKC Tegal, Pembiayaan Kepada Komira (Operator SLIN), Pembiayaan Kepada KUD Mitra Samudera Kabupaten Tangerang, dan Pembiayaan kepda BPR Pesisir Akbar Kabupaten Bima,” ujar Adi.
Kampoeng BNI merupakan program perpaduan antara kredit komersial kepada perusahaan menengah sebagai offtaker/inti/pembina dengan nelayan binaannya melalui pemberian kredit usaha rakyat/kredit program kemitraan bina lingkungan.
“Dalam pengembangan Kampoeng BNI (KBNI) tersebut, BNI tidak hanya memberikan pembiayaan dan layanan perbankan, tapi juga secara berkelanjutan memberikan program-program capacity building bagi nelayan, meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan,” pungkasnya.

