BNI Syariah

BNI Syariah Capai Target di 2013

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah membukukan  pencapaian target di tahun 2013. Aset BNI Syariah tumbuh 38,2 persen menjadi Rp 14,7 triliun di tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh naiknya pembiayaan sebesar 47,3 persen pada periode yang sama, menjadi Rp 11,2 triliun.

BNI Syariah Capai Target 2013
Direktur Utama BNI Syariah – Dinno Indiano (kanan) saat memaparkan kinerja BNI Syariah 2013.

 

Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, mengatakan kinerja perseroan di tahun 2013 secara umum memenuhi target yang diharapkan meski pada akhir triwulan terjadi gejolak ekonomi yang berimbas pada  ketatnya likuiditas di pasar. Di sisi pembiayaan, kontribusi terbesar per Desember 2013 bersumber dari segmen konsumer seperti griya, talangan haji dan fleksi yang mencapai 55,4 persen dari total portofolio pembiayaan. Disusul oleh pembiayaan ritel produktif cabang sebesar 20,7 persen, pembiayaan komersial sebesar 12,5 persen, mikro 7,8 persen dan kartu pembiayaan 3,6 persen. “Ke depan perseroan bermaksud meningkatkan kontribusi segmen produktif baik komersial maupun ritel, serta mikro. Hal ini sejalan dengan arah pengembangan menjadi bank komersial sesuai dengan ketentuan BUKU oleh Bank Indonesia,” kata Dinno, dalam pemaparan kinerja BNI Syariah 2013, Kamis (26/2).

Sementara, di sisi liabilities pertumbuhan ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 11,9 triliun atau naik 29,5 persen. Dari jumlah tersebut giro dan tabungan mencatat porsi 57,2 persen. “Dengan komposisi neraca yang sehat di akhir Desember 2013 perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp 117,6 miliar atau naik 15 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Dinno.

Di tahun 2013 BNI Syariah  telah melakukan ekspansi jaringan kantor yang difokuskan pada kantor cabang dan kantor cabang pembantu mikro, yaitu dengan penambahan tiga kantor cabang mikro dan 17 kantor cabang pembantu mikro. Selain itu juga terdapat penambahan satu kantor cabang pembantu dan enam kantor kas, sehingga di akhir Desember 2013 jumlah outlet yang dimiliki mencapai 242 outlet terdiri dari 161 titik reguler dan 81 titik mikro. “Di tahun ini kami merencanakan pembukaan outlet mikro sebanyak 15 unit yang terletak di Ternate, Bima dan Palopo,” ungkap Dinno.

Menutup tahun 2013, rasio keuangan BNI Syariah juga berada dalam posisi yang sehat.  Rasio pembiayaan bermasalah tercatat sebesar 1,86 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,02 persen. Return on asset sebsar 1,4 persen, sedangkan return on equity sebesar 11,8 persen. Posisi rasio pembiayaan terhadap DPK tercatat 98 persen, sedangkan biaya operasional berbanding pendapatan operasional cenderung stabil dari 88,8 persen menjadi 88,3 persen.