BNI Syariah Catat Laba Bersih Rp 163,25 Miliar di 2014

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah mencatat pertumbuhan kinerja bisnis yang cukup signifikan selama tahun 2014. Sektor apa sajakah  yang paling menonjol?

DSC_0504BNI Syariah memaparkan pencatatan kinerja bisnisnya selama tahun 2014 dalam acara Paparan Kinerja BNI Syariah Tahun 2014 di Gedung Kantor Pusat BNI Syariah – Rasuna Said, Jakarta, pada hari ini, Sabtu (31/1/2015). Bertindak sebagai pemapar kinerja adalah Direktur Utama BNI Syariah – Dinno Indiano, yang didampingi semua jajaran dewan direksi BNI Syariah lainnya.

“Dari data in-house selama 2014 beberapa indikator berjalan sesuai rencana. Profitabilitas (laba bersih) tercapai sebesar Rp163,25 miliar atau naik sebesar 38,98% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp117,46 miliar,” papar Dinno Indiano sumringah, saat membuka paparan kinerja bisnis bank syariah yang dipimpinnya dihadapan  para wartawan media massa nasional.

Dino lalu menjelaskan kinerja positif BNI Syariah lainnya yang tetap kinclong di tahun 2014, meskipun secara umum kinerja industri perbankan di tanah air kurang menggembirakan sepanjang tahun tersebut.

“Meskipun diwarnasi dengan tantangan kondisi perekonomian, kami bersyukur kinerja BNI Syariah selama tahun 2014 berjalan baik. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset sebesar 32,52% dari tahun sebelumnya, dengan posisi total aset per Desember 2014 mencapai Rp. 19,49 triliun. Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 33,79 persen dan pertumbuhan DPK sebesar 41,42% dari tahun sebelumnya,” lanjut Dinno lagi.

Menurut Dinno, dari total pembiayaan sebesar Rp15,04 triliun, sebagian besarnya merupakan pembiayaan konsumtif 52,6%, disusul oleh pembiayaan produktif UKM 21,61%, pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,96%, dan pembiayaan kartu Hasanah (Hasanah Card) 2,68%. Untuk pembiayaan konsumtif tersebut sebagian besar merupakan pembiayaan Griya iB Hasanah sebesar 83,45%.

Lebih lanjut Dinno, seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat sebesar 41,42% dari tahun sebelumnya, atau tumbuh sejumlah Rp 4,76 triliun dengan rasio tabungan dan giro (CASA) sebesar 45,38%.

“Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana NPF dapat dipertahankan sebesar 1,86% masih sama dengan tahun sebelumnya,” lanjut Dinno lagi.

Dinno lalu memaparkan, untuk tahun 2015 ini, BNI Syariah menargetkan pertumbuhan aset sebesar 16,5%, dan pertumbuhan DPK sebesar 16,4%. Menurut Dinno, pihaknya tidak mau jor-joran dalam menetapkan target di tahun ini, karena BNI Syariah di tahun 2015 akan lebih berfokus untuk menjaga kualitas pertumbuhan bisnisnya.

“Kita mau konsentrasi di kualitas, karena kita tidak mau pertumbuhan BNI Syariah tidak berkualitas,” demikian Dinno Indiano menutup paparannya.