Seleksi ketat nasabah yang dilakukan BNI Syariah dalam penyaluran pembiayaan membuat anak usaha BNI ini berhasil menurunkan rasio pembiayaan bermasalah (non performing finance/NPF) pada semester II 2014. Per Juni 2014 BNI Syariah mencatat NPF sebesar 1,9 persen, lebih rendah dari tahun lalu yang tercatat 2,11 persen.

SHARING/ HERU LESMANA SYAFEI
Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, mengatakan penurunan NPF terjadi disebabkan perbaikan kualitas dalam proses pemberian pembiayaan maupun monitoring, serta pemilihan target segmen yang tepat. “Kami fokus di segmen, dimana kami biasa bermain seperti di mikro, dan fokus di konsumer khususnya di produk griya untuk rumah pertama masih dilakukan dan ternyata NPF iB Griya masih terjaga di 1,4 persen. Selain fokus hanya di beberapa bidang usaha, seleksi nasbah juga sangat ketat,” jelas Dinno.
Sementara, Direktur Risiko dan Kepatuhan BNI Syariah, Acep Riana Jayaprawira, mengatakan salah satu risiko terbesar bagi bank adalah risiko kredit. Namun walau risiko pembiayaan tinggi, BNI Syariah tetap dapat memitigasinya karena itulah NPF tercatat rendah. “Kami tidak ada tawar menawar dengan tunggakan. Sehatnya NPF pun bukan karena penghapusan, tapi murni karena usaha dari divisi bisnis,” cetus Acep.
FDR Tertekan
Kendati NPF berhasil menurun menjadi 1,99 persen, rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (financing to deposit ratio/FDR) meningkat menjadi 98 persen. Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam Teguh Saptono, mengatakan FDR melonjak dari periode bulan lalu yang sekitar 93 persen karena ada pelunasan dana haji sekitar Rp 500 miliar.
“Jadi karena keluarnya jelang akhir Juni untuk pelunasan haji maka FDr tertekan di 98 persen, tapi nanti kalau pengalihan dana haji yang dari BNI masuk Rp 700 miliar, maka FDR akan bergerak ke 93 persen, jadi akhir tahun bisa mencapai indikator FDR antara 92-93 persen,” kata Imam.
Perpindahan dana haji dari BNI ke BNI Syariah seharusnya selesai pada 30 Juni 2014. Namun hal itu tertunda karena masalah teknis. Setidaknya masih ada dana haji sebesar Rp 700 miliar yang belum dipindahkan, dari total Rp 2,1 triliun. Rencananya pengalihan dana haji ke BNI Syariah akan dilakukan di awal Agustus 2014.

