bni syariah
Foto: Dok BNI Syariah

BNI Syariah Dapat Tambahan Modal

[sc name="adsensepostbottom"]

BNI Syariah kembali mendapat suntikan modal dari bank induknya, BNI. Langkah tersebut menjadi suatu bentuk dukungan BNI terhadap pengembangan bisnis anak usaha syariahnya.

Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano, mengatakan rencananya akan ada penambahan modal dari BNI sebesar Rp 500 miliar. “Insya Allah bisa dilaksanakan di semester dua, sehingga diharapkan modal disetor BNI Syariah di akhir 2014 menjadi Rp 1,5 triliun,” kata Dinno, saat perayaan milad BNI Syariah, Kamis petang (19/6).

bni syariah
Foto: Dok BNI Syariah

Ia menuturkan saat ini pihaknya masih mendapat dukungan penuh dari BNI sebagai pemegang saham mayoritas. Hingga saat ini pun belum ada rencana kerjasama dengan calon investor lainnya. “Dari awal kami terbuka untuk bekerjasama dengan investor strategis yang bisa memperluas inovasi dan modal, tapi sampai sekarang sama sekali belum ada yang benar-benar realisasi,” cetus Dinno.

Di sisi lain, dalam waktu dekat perpindahan dana haji dari BNI diharapkan dapat segera selesai sepenuhnya di akhir bulan ini. Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T Saptono, mengatakan dengan adanya perpindahan dana haji tersebut akan cukup membantu likuiditas BNI Syariah. “Di akhir bulan ini insya Allah perpindahan dana haji dari BNI selesai sebesar Rp 2,1 triliun. Ini cukup menopang likuiditas BNI Syariah, sehingga kami masih bisa ekspansi dengan harga yang kompetitif,” ujar Imam.

Ia melanjutkan saat ini nisbah margin BNI Syariah berada di ekuivalen antara 12,5-14 persen, tergantung pada jenis pembiayaan. Margin tersebut sudah naik 50 basis poin karena kondisi likuiditas ketat di 2013. Dengan adanya tambahan modal dan transfer dana haji dari BNI, tambah Imam, BNI Syariah akan tetap dapat mempertahankan level margin diatas.

Sampai Mei 2014, BNI Syariah mencatat aset sebesar Rp 16,8 triliun, atau naik 35,25 persen dari Mei 2013 yang sebesar Rp 12,4 triliun. Dana pihak ketiga juga tumbuh year on year 34,8 persen menjadi Rp 14,6 triliun, dari Rp 10,8 triliun. Pembiayaan tumbuh 41,72 persen, dari Rp 9,1 triliun menjadi Rp 12,9 triliun. BNI Syariah juga mencetak laba bersih Rp 54,4 miliar per Mei 2014.