Untuk meningkatkan transaksi nasabah, BNI Syariah memperoleh dukungan dari induknya.

“Untuk memudahkan transaksi menggunakan channel perbankan, kami akan terus meningkatkan kualitas teknologi informasi. Saat ini kami didukung oleh induk dengan 8000 ATM BNI yang bisa dipakai juga oleh nasabah BNI Syariah secara gratis,” jelasnya.
Selain itu, tambah dia, BNI Syariah juga menyediakan platform internet banking dan SMS banking demi mewujudkan kemudahan transaksi nasabah. Platform tersebut dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis dan nasabah akan dilengkapi dengan token (alat yang mengeluarkan angka-angka password yang selalu berganti setiap kali Anda melakukan transaksi keuangan).
Sementara, Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan pihaknya untuk mendorong transaksi perbankan oleh nasabah adalah melalui produk haji dan umrah. Pada tahun lalu BNI Syariah dan Mastercard telah mengeluarkan kartu haji dan umrah bagi nasabah tabungan haji.
“BNI Syariah sebagai bank ritel dan konsumer sebagian besar portofolionya di konsumer, jadi kami berupaya menyediakan layanan untuk memudahkan transaksi perbankan nasabah. Salah satunya dengan menyediakan layanan bagi nasabah haji dan umrah yang kami pakai sebagai strategi untuk memasuki transaksi sehari-hari nasabah,” pungkasnya.
Dana haji yang terhimpun di BNI Syariah mencapai sekira 30 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) yang sebesar Rp 20,4 triliun per Maret 2016, atau berada di kisaran Rp 6 triliun-Rp 7 triliun. Di tahun ini BNI Syariah menargetkan DPK bisa bertambah Rp 3,5 triliun.

