Plt. Direktur Utama Imam Teguh Saptono (tengah), Direktur Operasional Junaidi Hisom (kanan), dan Direktur Bisnis Kukuh Rahardjo, menerima penghargaan dari Karim Consulting pada Rabu (25/5) di Jakarta

BNI Syariah Jadi Kontributor Pembiayaan Syariah Terbesar

[sc name="adsensepostbottom"]

Tahun ini BNI Syariah kembali meraih penghargaan kategori modal inti kurang 5 Triliun (Buku 2) sebagai The Most Growing Financing dan The Biggest Contributor Financing.

Plt. Direktur Utama Imam Teguh Saptono (tengah),  Direktur Operasional  Junaidi Hisom (kanan), dan Direktur Bisnis Kukuh Rahardjo, menerima penghargaan dari Karim Consulting pada Rabu (25/5) di Jakarta
Plt. Direktur Utama Imam Teguh Saptono (tengah), Direktur Operasional Junaidi Hisom (kanan), dan Direktur Bisnis Kukuh Rahardjo, menerima penghargaan dari Karim Consulting pada Rabu (25/5) di Jakarta

Penghargaan The Most Growing Financing dan The Biggest Contributor Financing diperoleh BNI Syariah dari Karim Consulting Indonesia, yang menggelar Islamic Finance Award 2016 untuk lembaga keuangan dan industri perbankan, baik perbankan konvensional maupun perbankan syariah. Kriteria penilaian didasari berbagai indikator diantaranya laporan keuangan periode Desember 2014-Desember 2015, pertumbuhan market share dana pihak ketiga, market share pembiayaan, tingkat effisiensi, dan profitabilitas (Return of Asset dan Return of Equity).

Plt Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono mengatakan, saat ini BNI Syariah sebagai anak perusahaan BNI Induk terus bersinergi dari sisi optimalisasi layanan dan bisnis. “Sehingga, diharapkan seluruh nasabah BNI Syariah dapat terfasilitasi melalui konsep one stop banking baik dari kemudahan akses e-banking (sms banking, internet banking maupun mobile banking) yang terintegrasi dengan teknologi BNI,” katanya dilansir dari laman BNI Syariah, Jumat (27/5).

Selain itu, lanjutnya, dari sisi spesialisasi produk pembiayaan syariah, di tahun ini BNI Syariah tetap berfokus pada core business di pembiayaan Griya. “Kami juga berinovasi melalui produk haji dan umrah baik produk dana IB Baitullah Hasanah yang dilengkapi dengan Kartu Haji & Umrah Indonesia maupun pembiayaan melalui IB Fleksi Umrah yang hanya dimiliki oleh Bank Syariah,” papar Imam.

Ia pun berharap BNI Syariah dapat menjadi Hasanah Lifestyle Bank di masa mendatang, dimana bank syariah bukan lagi dikhususkan untuk umat muslim. “Melainkan menjadi bank yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah mulai dari segmen personal maupun korporasi,” cetusnya.

Di usia ke-6 BNI Syariah mencatat profitabilitas triwulan pertama 2016 tercapai sebesar Rp 75,18 miliar, atau naik sebesar 64,62 persen dibanding tahun sebelumnya Maret 2015 sebesar Rp 45,67 miliar. Sedangkan, aset tumbuh 20,35 persen dari Maret 2015 sebesar Rp 20,50 triliun menjadi Rp 24,67 triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,95 persen dan pertumbuhan DPK sebesar 20,07 persen dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Dari total pembiayaan sebesar Rp 18,04 triliun, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumtif 53,18% persen. Disusul oleh pembiayaan produktif/SME 22,2 persen, pembiayaan komersial 16,75 persen, pembiayaan mikro 5,69 persen, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,15 persen. Untuk pembiayaan konsumtif tersebut sebagian besar portofolio pembiayaan adalah BNI Griya iB Hasanah sebesar 85,99 persen.

Pencapaian kinerja bisnis tersebut pun tetap memperhatikan kualitas pembiayaan. NPF pada triwulan pertama 2016 tetap terjaga di level 2,77 persen. Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 20,07 persen dari tahun sebelumnya, atau tumbuh sejumlah Rp 3,49 triliun dengan rasio Tabungan dan Giro sebesar 45,06 persen.