Griya iB Hasanah masih menjadi produk andalan BNI Syariah.

Dari total pembiayaan konsumer tersebut sebagian besar disumbang dari pembiayaan Griya iB Hasanah sebesar Rp 8,6 triliun. “Dari awal tahun ini sampai dengan Maret 2016 pembiayaan Griya sudah tumbuh tiga persen, atau pembiayaannya sudah Rp 250 miliar,” ujar Kukuh.
Ia mengungkapkan pertumbuhan Griya di tahun ini tercatat masih lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut tak terlepas dari kondisi ekonomi makro yang turut mempengaruhi ekspansi bisnis perbankan syariah. “Namun, di tahun ini kami menargetkan KPR naik 18 persen sampai Desember 2016,” kata Kukuh.
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Salah satu yang mendukung pembiayaan KPR BNI Syariah adalah Griya iB Konstruksi yang berakad musyarakah (bagi hasil). Kukuh mengutarakan Griya iB Konstruksi punya skema yang berbeda dengan bank konvensional. “Kalau di bank konvensional pengembang harus mengangsur walau belum ada rumah yang terjual. Di Griya iB Konstruksi BNI Syariah sharing modal dan dari hasil penjualan. Jadi selama belum ada penjualan rumah, belum bisa bagi hasil,” jelasnya.
Pembiayaan BNI Syariah hingga Maret 2016 tumbuh 14,9 persen dari periode sama tahun lalu. Kukuh menuturkan pembiayaan konsumer BNI Syariah pun akan tetap dipertahankan di level 55 persen. Sedangkan, untuk pembiayaan komersial anak usaha BNI ini akan lebih selektif.

