Sebagai rangkaian acara Capaian Akhir Tahun 2017 BPPT ini juga dilakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan BPPT.
Kerjasama inipun mengambil topik tentang Pengkajian, Penerapan dan Pemasyarakatan Teknologi untuk Mendukung Pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Adapun salah satu implementasi dari kesepakatan bersama ini adalah rencana Pembangunan Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di wilayah kota Bekasi yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Basweddan usai penandatanganan kerjasama mengatakan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh DKI Jakarta adalah sampah. Untuk itu, kerjasama ini juga ditujukan untuk mencari solusi teknologi yang tepat untuk mengatasi sampah di Jakarta.
“Produksi sampah setiap rumah tangga dan gedung perkantoran jumlahnya sangat besar. Untuk itu dibutuhkan teknologi untuk kita mampu mengendalikan sampah secara optimal. Saya harap BPPT dapat memberi solusi yang senyata-nyata nya,” tutup Gubernur Anies.
- KNEKS dan Atsiri Research Center Universitas Syiah Kuala bekerja sama Mengembangkan Hilirisasi Bahan Baku Halal berbasis Minyak Nilam
- Bank Muamalat Catat Kenaikan Jumlah Transaksi Top Up Kartu Uang Elektronik Hingga 180,52%
- Asosiasi DPLK dan DPLK Syariah Muamalat Inisiasi Sinergi Ekosistem Syariah bagi Sektor Informal
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
Sebagai informasi, pembangunan PLTSa ini merupakan wujud peran dan kontribusi BPPT dalam rangka mendukung percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional (Perpres No. 58/2017) terkait proyek infrastruktur energi asal sampah kota-kota besar termasuk DKI Jakarta. Saat ini BPPT telah mempersiapkan Dokumen Disain dan AMDAL untuk kegiatan pembangunan PLTSa tersebut. Dokumen akan selesai akhir bulan Desember 2017 dan pelaksanaan Pembangunan PLTSa direncanakan akan dilakukan pada tahun 2018.
Pilot project PLTSa ini akan mempunyai kapasitas 50 ton per hari dengan menghasilkan listrik 400 kilowatt. Pilot project PLTSa ini diharapkan menjadi model alternatif pengolahan sampah bagi kota besar di Indonesia yang memiliki kendala dalam menyiapkan lahan.
Selain itu, melalui pilot project ini dapat menjadikan percontohan bagi kota-kota lain untuk melakukan pengelolaan sampah yang cepat, mereduksi sampah secara signifikan, ramah lingkungan dan menghasilkan listrik.Sehingga diharapkan dapat menjadi model alternatif pengolahan sampah bagi kota besar di Indonesia yang memiliki kendala dalam menyiapkan lahan. Selain itu, adanya pilot project ini dapat menjadikan percontohan bagi kota-kota lain untuk melakukan pengelolaan sampah yang cepat, mereduksi sampah secara signifikan, ramah lingkungan dan menghasilkan listrik,” pungkas Kepala BPPT.

