Gedung BPS. Foto: bps.go.id

BPS Mencatatkan Pertumbuhan Ekonomi RI Hingga September 2017 Capai 5,03%

[sc name="adsensepostbottom"]

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,06 % year on year (yoy) pada kuartal III 2017 dibandingkan periode kuartal III 2016 sekitar 5,02 % year on year (yoy).

Pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III 2017 itu juga lebih tinggi dari periode kuartal I dan II 2017 sebesar 5,01 persen.”Pertumbuhan ekonomi 5,06 persen ini menggembirakan karena ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I dan II sebesar 5,01 persen,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin (6/11/2017).

Adapun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-III dibandingkan periode sama 2016 sebesar 5,03 persen. Sementara itu, nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga kontan (ADHK) mencapai Rp 2.551,5 triliun pada kuartal III 2017. Adapun, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) Rp 3.502 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III-2017 tumbuh 5,03%. Saya rasa ini cukup bagus tapi masih harus diperhatikan,” ungkap Kecuk Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (6/11/2017).

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menuturkan, ada sejumlah catatan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III 2017. Pertama, harga komoditas minyak dan gas (migas) dan nonmigas di pasar internasional pada kuartal III meningkat baik kuartal per kuartal dan year on year (YoY).

Kedua, Kecuk Suhariyanto menuturkan, kondisi ekonomi global juga menunjukkan peningkatan pada kuartal III 2017. Ini ditunjukkan oleh China, Amerika Serikat (AS), dan Singapura. Pada kuartal ketiga ini, pertumbuhan ekonomi China tumbuh menjadi 6,85%(yoy), sementara share ekspor Indonesia ke China meningkat 13,78% (yoy).Selain itu, perekonomian AS pada kuartal ketiga tahun ini tumbuh 2,35% (yoy) dan share ekspor Indonesia ke AS sebesar 11,28% (yoy). Sementara perekonomian Singapura tumbuh 6% (yoy) dan share ekspor Indonesia ke Singapura membaik menjadi 6% (yoy).

“Kondisi ekonomi global pada kuartal III terus menunjukkan peningkatan,” ujar dia.

“Ini karena kondisi di kuartal III 2017 terjadi inflasi sebesar 0,28% (q to q). Inflasi ini terjaga dengan baik meskipun jika dibandingkan dengan posisi September 2016 terjadi inflasi sebesar 3,72% (yoy),” tukasnya.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto Mengatakan Realisasi belanja pemerintah yang meningkat juga dukung ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2017. Belanja pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 481,34 triliun hingga kuartal III 2017 atau pagu 22,56 % dari pagu 2017 sebesar Rp 2.133,30 triliun.Hal ini karena adanya realisasi pegawai, bantuan sosial (bansos), dan belanja modal yang mulai membaik.

“Naik dibanding kuartal sama tahun lalu sebesar Rp 440,14 triliun atau 21,13 % dari pagu Rp 2.082,90 triliun,” kata dia.

Sementara untuk laju inflasi masih terkendali. Bahan makanan justru mengalami penurunan harga atau deflasi pada kuartal ketiga ini.”Untuk ekspor, trennya luar biasa pada kuartal III mencapai US$ 43,38 miliar atau 24,01% (yoy).

Nilai impornya juga terlihat kenaikan pada bahan baku. Ini yang akan membangkitkan berbagai sektor. Untuk realisasi penanaman modal juga menunjukkan peningkatan seperti data yang dirilis BKPM, naik 13,7% (yoy),” jelasnya.

Impor barang mencapai US$ 40,15 miliar atau naik 12,52 persen secara kuartal per kuartal dan naik 22,86 persen secara year on year (YoY). Realisasi penanaman modal di penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 176,6 triliun pada kuartal III. Angka ini naik 3,4 persen secara kuartal per kuartal dan 13,7 persen secara YoY.

“Penjualan mobil hingga tingkat dealer mencapai 270.255 unit atau naik 8,21 persen pada kuartal III secara kuartal per kuartal dan naik 7,79 persen secara year on year. Produksi semen pada kuartal II sebesar 18,78 juta ton atau naik 30,55 persen secara kuartal per kuartal dan penjualan semen sebesar 19,32 juta ton atau naik 28,91 persen secara kuartal per kuartal,” jelas dia.