Fitch Ratings menetapkan rating jangka panjang BRI Syariah di posisi AA+, dengan outlook stabil. Rating tersebut mencerminkan rendahnya risiko gagal bayar oleh BRI Syariah dibanding perusahaan lainnya di Indonesia.

Fitch menilai BRI Syariah sebagai salah satu anak usaha inti BRI di industri perbankan syariah Indonesia. Namun rating BRI Syariah, yang berada satu tingkat di bawah BRI yang berperingkat AAA, pun menunjukkan masih terbatasnya kontribusi BRI Syariah bagi BRI. Baca Juga: BRISyariah Dukung Nasabah BMT UGT Sidogiri Gunakan Fasilitas ATM
Kendati demikian, Fitch meyakini BRI akan tetap memberi sokongan modal jika BRI Syariah memerlukannya. Seperti halnya yang terjadi pada tahun lalu, dimana BRI Syariah mendapat suntikan modal sebesar Rp 500 miliar. Seiring ekspansi pembiayaan BRI Syariah, maka sokongan modal dari BRI secara periodik pun tetap diperlukan agar dapat mempertahankan rasio kecukupan modal di atas aturan Bank Indonesia. Per Juni 2014, rasio kecukupan modal BRI Syariah tercatat sebesar 13,99 persen, menurun dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 15 persen.
Pada pertengahan tahun ini, laba dan kualitas aset BRI Syariah menurun di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang. Fitch pun memperkirakan kualitas aset dan laba BRI Syariah akan terus mengalami tekanan pada 2014 dan 2015 karena tingginya biaya dana. Namun, BRI Syariah dinilai akan tetap menjadi satu-satunya anak usaha BRI dalam memperluas jangkauan pasarnya di bisnis perbankan syariah Indonesia.

