Direktur Utama BSM - Yuslam Fauzi (tengah) mendampingi Bupati Pasuruan - Irsyad Yusuf (kiri) saat peresmian mushola di daerah wisata Bromo.

BSM Bangun Mushalla di Bromo Dukung Pariwisata Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerjasama dengan Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru membangun mushalla di lokasi wisata Bromo Tengger. Pembangunan mushalla tersebut merupakan upaya BSM guna mendukung industri pariwisata dalam negeri, termasuk juga turut mendukung konsep pariwisata syariah yang baru  mulai diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia sejak akhir tahun 2013 lalu. Kehadiran mushalla ini diharapkan, bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke kawasan Bromo-Tengger. Peresmian bangunan mushalla dan fasilitas pendukung berlangsung pada Sabtu pagi, 15 Maret 2014.

Direktur Utama BSM - Yuslam Fauzi (tengah) mendampingi Bupati Pasuruan - Irsyad Yusuf (kiri) saat peresmian mushola di daerah wisata Bromo.
Direktur Utama BSM – Yuslam Fauzi (tengah) mendampingi Bupati Pasuruan – Irsyad Yusuf (kiri) saat peresmian mushola di daerah wisata Bromo.

Hadir pada peresmian tersebut Direktur Utama BSM – Yuslam Fauzi, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam – Ayu Dewi Utari, Ketua Lembaga Zakat BSM -Ki Agus Thohir, dan Bupati Kabupaten Pasuruan – Irsyad Yusuf.

Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi menyatakan pembangunan mushalla itu merupakan dukungan terhadap pariwisata Bromo. ‘’Saat ini wisata syariah mulai berkembang di Tanah Air. Hal itu merupakan efek lanjut dari berkembangnya industri keuangan syariah yang dipelopori oleh bank syariah.’’ Dengan kehadiran mushalla ini, wisatawan terutama Muslim menjadi lebih nyaman. Dengan kehadiran mushalla, dia berharap bukan hanya wisatawan domestik meramaikan Bromo tapi juga wisatawan asing dari negeri Islam. Kehadiran wisatawan, menurut Yuslam, juga tetap harus menghargai alam dengan menjaga kebersihan, ketertiban kawasan Bromo dan menghargai adat budaya lokal masyarakat Tengger.

Hal serupa dilontarkan Kepala TNBTS Ayu Dewi Utari. Menurut dia, kehadiran mushalla akan membuat wisatawan terutama Muslim lebih nyaman. Dia berharap kehadiran mushalla dapat mendongrak wisatawan ke Bromo. Pada 2013 jumlah wisatawan ke Bromo mencapai 579.132 orang atau meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya, yang berjumlah sekitar 400 ribu orang.’’Mudah-mudahan dengan kehadiran mushalla, wisatawan domestic dan dari Timur Tengah atau negara Muslim lainnya berkunjung ke daerah ini.’’

Bangunan mushalla berdiri dengan luas 81 meter persegi di atas tanah seluas 1.800 meter persegi yang dikelola oleh TNBTS. Mushalla ini dilengkapi dengan 8 unit kamar mandi pria dan wanita, tempat wudhu, taman, dan gazebo untuk menyaksikan sunset di lokasi Bromo. Bangunan mushalla dilengkapi gapura dengan desain arsitektural Hindu Majapahit sebagai penghormatan kepada masyarakat Hindu Tengger. Lokasi mushalla tidak jauh dari lokasi di mana msyarakat dapat menyaksikan mata hari terbit (sunrise) di Pananjakan. Mushalla hasil kerjasama BSM dan TNBTS ini diberinama Mushalla Bank Syariah Mandiri.

Pembangunan mushalla ini menghabiskan dana sekitar Rp1,4 miliar dari anggaran dana social BSM dan Lembaga Zakat BSM. Adapun lahan disediakan oleh TNBTS. Pengamanan wilayah ini diserahkan kepada masyarakat Tengger. Kehadiran mushalla di kawasan Bromo diharap bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Saat ini masyarakat lebih banyak menyaksikan matahari terbit dan kawah Bromo. Namun sekarang, masyarakat juga bisa menyaksikan mata hari terbenam (sunset) di kawasan Bromo di lokasi yang telah disediakan.

Selain membangun mushalla, BSM memberikan beasiswa kepada 50 siswa (SD, SMP, dan SMA) masyarakat suku Tengger, menyerahkan alat pertanian (sprayer) kepada 50 petani Tengger, dan bibit cemara gunung serta bantuan Al-Quran untuk masjid di wilayah Tosari. *