BSM Cetak Laba Rp181 M, NPF Turun 4,85%

[sc name="adsensepostbottom"]

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat laba bersih tumbuh sebesar 8 persen menjadi Rp 181 miliar dibanding Rp 167,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Direktur BSM, Choirul Anwar, kinerja positif itu sejalan dengan implementasi lima strategi utama Mandiri Syariah, yakni pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, penyelesaian kualitas pembiayaan, peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based income, produktivitas, dan kontribusi marjin.

“Alhamdulillah strategi yang dijalankan membuahkan hasil,” kata Choirul Anwar dalam paparan kinerja BSM Kuartal II 2017 di Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta, Rabu (9/8).

[bctt tweet=”Dana pihak ketiga (DPK) BSM tembus Rp 72,30 T” username=”my_sharing”]

Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di antaranya tercermin dengan peningkatan aset, pembiayaan berkualitas, dan komposisi dana murah. Hingga Juni 2017 pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 58,06 triliun atau tumbuh 10,16 persen dibanding Rp 52,71 triliun pada kuartal II 2016.

Adapun dana pihak ketiga (DPK), tumbuh 13,34 persen menjadi Rp 72,30 triliun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 63,79 triliun. “Mayoritas DPK adalah dana murah dengan komposisi sebesar 51,11 persen yang terdiri dari Giro dan Tabungan,” kata Choirul.

Fee Based Income (FBI) sampai dengan Juni 2017 mencapai Rp 469 miliar, tumbuh 10,95 persen dibandingkan posisi kuartal II 2016 yang sebesar Rp 423 miliar. Sementara itu aset tercatat Rp 81,90 triliun atau tumbuh 13,72 persen dibandingkan posisi Juni 2016.

NPF Turun
Bank syariah terbesar ini pun terus memperbaiki kualitas pembiayaan. Hal ini tercermin dari rasio non performing financing (NPF) Gross yang turun menjadi 4,85% pada kuartal II 2017 dari semula 5,58% pada kuartal II 2016.

“Sedangkan, NPF Nett pada triwulan II 2017 turun menjadi 3,23% dibandingkan triwulan II 2016 yang sebesar 3,74%,” kata Direktur BSM Edwin Widjajanto dalam kesempatan yang sama.

Fee Based Income (FBI) sampai dengan Juni 2017 mencapai Rp469 miliar, tumbuh 10,95% dibandingkan posisi triwulan II  2016 yang sebesar Rp423 miliar.

[bctt tweet=”Fee Based Income (FBI) BSM capai Rp469 M” username=”my_sharing”]

BSM sendiri saat ini merupakan bank Buku III dengan ekuitas Rp6,57 triliun. Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga pada level 14,37% yang meningkat dibanding posisi Juni 2016 sebesar 13,69%.

“Dari sisi efisiensi dengan indikator CER pun Mandiri Syariah membaik yang berada di level 52,10%,” ungkapnya.

Mandiri Syariah merupakan anak usaha Mandiri Group. Dengan total outlet 765 cabang, Mandiri Syariah memiliki jumlah rekening Dana Pihak Ketiga sekitar 6,8 juta.

Di dalam menjalankan lima fokus strategi, Mandiri Syariah juga bersinergi dengan Mandiri Group baik dari sisi pemasaran produk gadai dan cicil emas, pembiayaan otomotif, penjualan bancassurance serta operasional lainnya.

Pada 2017 kinerja Mandiri Syariah diakui oleh lembaga eksternal melalui penghargaan Service Excellence, Best Islamic Bank, dan pendukung moneter syariah terbaik.