BSM Kejar Target Pembiayaan di Semester Kedua 2015

[sc name="adsensepostbottom"]

Direktur Keuangan dan Strategi BSM – Agus Dwi Handaya menyatakan, Bank Syariah Mandiri (BSM) akan mengejar pencapaian target pertumbuhan pembiayaan pada semester kedua 2015 ini.

Salah satu kegiatan perbankan di gerai BSM. Foto: BSM
Salah satu kegiatan perbankan di gerai BSM. Foto: BSM

BSM memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik pada semester kedua 2015 tersebut.

Agus Dwi Handaya mengakui, di tengah situasi kondisi makro ekonomi nasional yang masih belum terlalu baik dalam enam bulan pertama di tahun 2015, maka pihak BSM juga tidak jor-joran didalam melakukan pembiayaan pada semester pertama 2015 kemarin.

“Di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi di semester pertama 2015 yang semuanya melambat, namun demikian pembiayaan kami masih tetap tumbuh dengan cukup baik. Pembiayaan kami di semester petama 2015 adalah sebesar Rp, 1,4 triliun,” jelas Agus Dwi Handaya baru-baru ini di Jakarta.

Adapun pembiayaan BSM tersebut didistibusikan ke beberapa sektor riil, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, serta juga ke sektor perdagangan, logistik, dan juga perkebunan (kelapa sawit).

Namun demikian, karena target pembiayaan BSM pada tahun 2015 adalah di angka sekitar Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun, maka pihaknya akan berusaha mengejar target pembiayaan tersebut pada semester kedua 2015 ini.

“Dengan nanti dana pemerintahan akan cair di bulan Juli dan Agustus 2015 ini, sehingga kita harapkan ekonomi juga akan tumbuh lebih cepat. Maka insya Allah di semester kedua 2015 ini, tentu kami berharap untuk mengejar kekurangannya sekitar Rp 3 triliun untuk pertumbuhan pembiayaan kami,” ujar Agus Dwi Handaya lagi.

Agus Dwi Handaya sendiri mengakui, pertumbuhan pembiayaan BSM kali ini memang melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena memang sangat dipengaruhi situasi kondisi makro ekonomi nasional yang terus melambat di tahun 2015.

“Kami berharap kondisi makro ekonomi akan semakin membaik dan bergerak ke arah yang jelas. Sehingga kami juga bisa mengejar target pertumbuhan kami,” demikian Agus Dwi Handaya menutup pembicaraan.