BSM merasa yakin, pada semester kedua tahun 2015, bank syariah ini akan membukukan kinerja yang lebih bagus.

Direktur Finance and Strategy Bank Syariah Mandiri – Agus Dwi Handaya mengungkapkan, Bank Syariah Mandiri (BSM) merasa yakin akan tetap akan bisa membukukan pertumbuhan kinerja bisnis yang cukup bagus di sepanjang tahun 2015 ini, meskipun situasi ekonomi nasional masih mengalami perlambatan sampai sejauh ini.
“Meskipun situasi ekonomi masih kurang kondusif, namun masih ada peluang-peluang yang bisa kita optimalkan. Kita juga sudah melakukan revisi pertumbuhan. Memang melambat di banding tahun-tahun sebelumnya, tapi kita masih yakin kita masih dapat tumbuh secara kolektif. Apalagi di kuartal kedua government spending yang sudah dilakukan di triwulan kedua, mulai ada multiple effect-nya di triwulan ketiga dan keempat,” papar Agus Dwi Handaya di sela-sela acara buka puasa bersama media massa di Kantor Pusat BSM, Thamrin, Jakarta, Selasa Malam (7/7/2015).
Agus Dwi Handaya lalu memaparkan perkembangan up date kinerja bisnis BSM di tahun 2015 ini.
“Gambarannya kita, paling tidak akhir tahun kita berharap aset BSM akan mencapai Rp 72 – Rp 75 triliun, atau tumbuhnya sekitar 10% -11%. Sementara itu, posisi pembiayaan BSM pada akhir tahun berada di angka Rp 53 – Rp 55 triliun, mungkin tumbuh relatif di angka 10% -12% moderatnya. Sedangkan posisi dana pihak ketiga (DPK) BSM berada di kisaran angka Rp 64 – Rp 66 triliun pada akhir tahun, atau tumbuh di kisaran angka 9% – 12%,” jelas Agus dengan detail.
Agus mengakui, pertumbuhan kinerja bisnis tersebut di atas memang masih melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, pihaknya masih merasa yakin, kinerja bisnis BSM secara keseluruhan akan tetap terjaga tumbuh dengan baik di tahun 2015 ini.
“Apalagi kemudian nanti (setelah semester kedua), kondisi makronya sudah lebih jelas dan lebih kelihatan arahnya. Untuk semester kedua, kita masih melihat ada peluang. Dan kita tetap yakin dapat tumbuh dengan baik, walau tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya,” demikian Agus Dwi Handaya – Direktur Finance and Strategy Bank Syariah Mandiri menutup pembicaraan.

