buku strategi csr
Buku Strategi CSR. Ilustrasi.

Buku Strategi CSR Diluncurkan Ulang

[sc name="adsensepostbottom"]

Berisi praktik terbaik dari perusahaan-perusahaan besar untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui CSR, mantan CEO Unilever Indonesia, Sri Urip berbagi ilmu lewat buku “Strategi CSR” yang akan di-relaunch pada Jakarta Book Fair (28/5).

buku strategi csr
Buku Strategi CSR. Ilustrasi.

CSR lima tahun lalu masih dianggap sebagai kegiatan filantropi yang merupakan kegiatan sosial yang dilakukan oleh perusahaan karena adanya permintaan bantuan keinginan (wants) sekelompok masyarakat yang berpengaruh, dan bukan karena adanya kebutuhan (needs) masyarakat pada umumnya. Selain itu, bantuan juga diberikan karena adanya bencana alam di daerah tertentu. Pembiayaan merupakan bagian dari laba (profit), oleh karena itu ada pendapat yang mengatakan bahwa sebelum perusahaan mendapatkan laba, maka kegiatan CSR tidak dapat dilakukan.

Sekarang, hampir lima tahun kemudian, perkembangan pemahaman dan pelaksanaan CSR di Indonesia mengalami kemajuan pesat. Namun demikian, penerapan prinsipnya secara tepat harus lebih dimengerti agar kegiatan CSR mampu memberi manfaat berkelanjutan, baik bagi perusahaan maupun masyarakat. Dengan dikeluarkannya ISO 26000 yang merupakan panduan CSR (bukan merupakan peraturan), maka jelas bahwa CSR  merupakan bagian yang terintegrasi dengan Strategi Bisnis Perusahaaan. CSR merupakan sarana yang sangat strategis dalam mengembangkan perusahaan agar dapat meraih pertumbuhan dan laba yang berkelanjutan.

Dengan berkembangnya pasar global sebagai akibat kemajuan teknologi komunikasi yang kemudian mengakibatkan persaingan yang semakin ketat, paradigma bisnis di berbagai belahan dunia pun telah mulai berubah. Banyak perusahaan menyadari pentingnya meraih keseimbangan antara pencapaian laba, peningkatan kualitas dan nilai sumber daya manusia, tata kelola perusahaan (good corporate governance – GCG), penanganan persoalan sosial seperti kemiskinan dan pengembangan masyarakat, serta kelestarian lingkungan. Berlandaskan konsep baru yang dikenal dengan 3P (Profit, People, Planet) ini, CSR bersama dengan GCG berkembang menjadi bagian penting strategi bisnis. Pada saat yang sama, pemerintah terutama di negara berkembang seperti Indonesia juga menganggap perlu mengarahkan kegiatannya untuk mencapai ketiga dimensi nilai 3P yang mencakup pertumbuhan perekonomian mikro dan makro, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan untuk menjamin daya dukung lingkungan jangka panjang

Keberhasilan CSR yang didasari atas tata kelola perusahaan yang baik (GCG) secara internal (HSE) maupun eksternal ( Pemasaran produk/Marketing + CSR = Sustainable Marketing, Pelestarian Lingkungan/ Pengembangan Komunitas  + CSR = Operation License/ mitigasi reputasi, Supply Chain + CSR= Value Chain) akan mendukung strategi perusahaan serta mitigasi citra/ reputasi perusahaan. Pada akhirnya juga akan menaikkan daya saing perusahaan serta menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan untuk perusahaan maupun masyarakat sekeliling, termasuk juga secara tidak langsung dampak  positif terhadap regulator (pemerintah). Dalam hal ini perusahaan  sudah dapat disebut sebagai telah mencapai posisi sebagai Good Corporate Citizen (GCC)

Sejak beberapa dasawarsa yang lalu, beberapa perusahaan di Indonesia sudah sangat berhasil mengembangkan bisnisnya melalui pengembangan pasar (Sustainable Marketing) dan pengembangan rantai nilai bisnis ( Value Chain), dengan penerapan filosofi CSR meskipun pada waktu itu akronim Corporate Social Responsibility belum dikenal. Semua perusahaan yang digunakan sebagai contoh ini mampu meningkatkan daya saing berkelanjutan yang akhirnya memberikan keuntungan saling menunjang bagi perusahaan maupun masyarakat. Pada saat yang sama, dampak semua kegiatan itu mampu meningkatkan pengembangan perekonomian mikro di Indonesia. Dengan hasil pelaksanaan seperti ini, maka pembiayaan CSR jelas merupakan investasi bisnis, dan diambil dari biaya operasi, pemasaran, atau lainnya, dan dilakukan pada waktu perusahaan memulai suatu bisnis, atau pada waktu peluncuran suatu produk dan selama perusahaan beroperasi

Buku ini hanya memusatkan perhatian pada CSR eksternal serta implementasinya dan tidak membahas mengenai CSR internal perusahaan.

[su_note note_color=”#73092a” text_color=”#ffffff” radius=”5″ class=”.blockquote”]Info Acara Relaunch Strategi CSR: Rabu, 28 Mei 2014, 12.00 – 13.30 Panggung Utama Jakarta Book Fair 2014, Istora Senayan, Jakarta Pembicara: Sri Urip, Mantan CEO Unilever sekaligus Penulis& As’ad Nugroho, Ahli dalam bidang CSR.[/su_note]