Bulan keamanan pangan adalah sarana komunikasi dan edukasi bagi para pelaku usaha pangan dan masyarakat.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berpartisipasi aktif menyelenggarakan kegiatan Bulan Keamanan Pangan Nasional dengan mengangkat tema “Pangan Aman Investasi Masa Depan”.
Kepala BPOM Roy Sparingga mengatakan, sebagai puncak acara kick off Bulan Keamanan Pangan pada hari ini, diadakan acara jejaring promosi keamanan pangan yang melibatkan anggota jejaring keamanan pangan terpadu, fasilitator keamanan pangan sekolah dan masyarakat. Juga dibuka acara food festival usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti pasar pangan aman.
“Kegiatan yang berlangsung sejak bulan April hingga Mei 2016 ini bertujuan meningkatkan budaya keamanan pangan di kalangan masyarakat, sehingga setiap individu diharapkan dapat secara mandiri memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi selalu aman,” kata Roy pada acara kick off Bulan Keamanan Pangan, di kantor BPOM, Jakarta, Senin (9/5).
Menurut Roy, budaya keamanan pangan yang terwujud dalam masyarakat memang masih jauh dari harapan seperti prilaku bersih, sehat dan panganan sehat. Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuh rule model untuk membentuk penanaman dan kepedulian yang serius di tengah masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa pembentukan keamanan pangan, terutama dilakukan pada sekolah-sekolah, pasar, ritel serta tingkat rumah tangga. Pembentukan pada tingkat ritel merupakan langkah penting. Namun demikian, edukasi lebih jauh kepada kaum ibu justru lebih memainkan peranan utama terutama kepada ibu rumah tangga. “Jadi, kami senang sekali bisa tingkatkan partisipasi masyarakat melalui ibu-ibu dan bisa mengubah masa depan,” paparnya.
Roy berharap, melalui kegiatan yang diselenggarakan selama Bulan Keamanan Pangan ini dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan edukasi yang efektif bagi pelaku usaha pangan dan masyarakat sehingga pemahaman akan prinsip-prinsip keamanan pangan lebih mendalam.
“Dengan demikian, praktik keamanan pangan yang baik dapat secara konsisten diterapkan mulai dari tingkat individu hingga industri untuk menjamin tersedianya pangan yang aman, bermutu serta bergizi di Indonesia,” pungkas Roy.

