Pemerintah menambah subsidi bunga untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, bunga bank yang berlaku sebelumnya sebesar 22 persen turun menjadi 12 persen.

Rapat terbatas bertajuk “Kredit Mikro” ini juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dan beberapa pemangku kepentingan.
Puspayoga mengatakan pihaknya telah berhasil menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) turun dari 22 persen menjadi 12 persen per tahun mulai akhir Juni 2015. “Pemangkasan suku bunga KUR sudah resmi, bunga turun dari 22 persen jadi 12 persen,” kata Puspayoga, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis ( 18/6).
- Bank Muamalat Selenggarakan Muamalah Executive Class di 4 Kota
- KB Bank Syariah Gelar Aksi CSR Serentak, Perkuat Kontribusi Sosial se-Indonesia
- Sambut Idulfitri 1447 H, Bank Muamalat Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital
- Royco dan Masjid Istiqlal Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Ramadhan
Ia menuturkan, pemangkasan suku bunga KUR mikro akan efektif mulai Juni atau paling lambat awal Juli 2015. ““Pemangkasan suku bunga ini bertujuan untuk memberikan rasa keadilan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil agar mereka bisa mengakses perbankan untuk memperkuat modal usahanya,” ujarnya.
Dengan begitu, lanjut dia, nantinya KUR mikro bisa diakses oleh para pelaku usaha mikro dan kecil dengan besaran kredit Rp 25 juta dan tanpa agunan. Seperti diketahui, dulu KUR dibagi menjadi dua, yaitu mikro dan ritel. Namun kini KUR ritel yang memiliki plafon kredit antara Rp 20-500 juta telah dihilangkan. Sehingga hanya ada KUR Mikro dengan plafon kredit maksimal Rp 25 juta. Besaran penyaluran KUR tetap pada angka Rp 30 triliun, sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015.
Ia menegaskan, saat ini sudah ada satu perbankan pelaksana yang paling siap yaitu BRI.”Pemilihan BRI karena hanya bank tersebut yang siap untuk menyalurkan KUR. Baik dari sisi likuiditas hingga sistem yang berjalan,” tukasnya.

