PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2016 pada pekan lalu di Jakarta. Apa saja pencapaian yang diraih BEI sepanjang 2016 yang terungkap pada RUPST tersebut?
Jajaran Direksi BEI dalam RUPST tersebut melaporkan, bahwa kinerja BEI untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2016, berhasil meraih pencapaian mengesankan yang melampaui sasaran di hampir seluruh indikator pertumbuhan Bursa.
Menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio, nilai kapitalisasi pasar BEI naik 18,09% dengan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah BEI sebesar Rp5.919 triliun pada 8 November 2016.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian meningkat 30,09% dan mencapai nilai transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah BEI sebesar Rp189 triliun pada 11 November 2016.
Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian tumbuh 19,20%, dan mencapai frekuensi transaksi harian tertinggi sebanyak 433 ribu kali pada 11 November 2016.
Untuk rata-rata volume transaksi harian juga tumbuh 32,04% dengan pencapaian volume transaksi tertinggi sebesar 36 miliar saham pada 27 Oktober 2016.
Khusus tingkat imbal hasil IHSG di sepanjang 2016 adalah yang kelima tertinggi di antara bursa-bursa dunia dan yang kedua tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Pasifik.
“Bahkan dalam 10 tahun terakhir (2006-2016) tingkat imbal hasil IHSG adalah yang tertinggi di antara bursa-bursa utama dunia,” demikian jelas Tito Sulistio.
Ditambahkan Tito, penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia selama 2016 juga mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah yaitu mencapai Rp675,05 triliun dan USD247,50 juta. Jumlah ini terbagi dalam Pencatatan Saham Perdana senilai Rp12,11 triliun, Pencatatan Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp62,51 triliun, penerbitan waran senilai Rp1,14 triliun, serta 84 emisi baru obligasi dan sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 56 Perusahaan tercatat dengan nilai Rp113,29 triliun dan USD47,50 juta, pencatatan satu Exchange Traded Fund (ETF) senilai Rp6,3 miliar, dua emisi Efek Beragun aset (EBA) senilai Rp1,37 triliun, serta 220 seri Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp484,63 triliun dan USD200 juta.
Menurut Tito, hasil kinerja BEI dari segi keuangan juga mencerminkan keberhasilan BEI dalam hal kinerja operasionalnya. Pada tahun 2016, BEI membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp360,61 miliar, meningkat 194,25% dari laba komprehensif tahun 2015 sebesar Rp122,55 miliar.
Kenaikan laba komprehensif BEI ditunjang oleh peningkatan total pendapatan secara signifikan sebesar 34,5% menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan dengan Rp1,05 triliun pada 2015. Prestasi ini juga berkat upaya manajemen yang berhasil menekan kenaikan jumlah beban yang hanya meningkat 11% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp1,03 triliun. Demikian Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

