Rontoknya bursa saham Asia masih menekan laju indeks saham syariah Indonesia. Indeks ISSI dan JII pun memulai perdagangan dari zona merah.

Transaksi di awal sesi perdagangan mencapai Rp 13,71 miliar dengan 48,53 juta saham yang beralihtangan. Aksi jual beli investor mendorong 14 emiten ke zona merah dan 7 lainnya berhasil menguat.
Kondisi tak berubah di sesi pembukaan. ISSI kembali terpangkas 0,381 poin (0,25%) ke level 152,298. Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,172 poin (0,34%) ke level 629,970 di sesi prapembukaan.
- “Hijrah Lebih Bermakna” Refleksi Perjalanan Panjang 34 Tahun Bank Muamalat
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Indeks JII kembali melemah 2,261 poin (0,36%) ke level 629,880 di sesi pembukaan.
Pada perdagangan kali ini, bursa saham Indonesia memang tak bisa keluar dari tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 23,940 poin (0,50%) ke level 4.747,345 di sesi prapembukaan. Lantai bursa pagi ini memulai sesi perdagangan dengan dana Rp 27,87 miliar dan 67,99 juta saham yang beralihtangan.
Asing membukukan nett sell Rp 6,8 miliar di awal pembukaan perdagangan.
Di sesi pembukaan, IHSG kembali turun 23,867 poin (0,50%) ke level 4.747,418. Tak ada satupun indeks saham sektor yang bergerak menguat. Emiten di sektor perbankan dan industri dasar menjadi motor pelemahan bursa saham Indonesia.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia masih terpuruk. Indeks Shanghai Composite ambruk 4,94 persen sementara Nikkei Jepang dan Hang Seng turun 1,24 persen dan 0,43 persen.

