MS. Ka'ban (berbatik hitam putih ketiga dari kiri) pada Muzakarah Ulama dan Tokoh untuk Kepemimpinan DKI Jakarta, di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Kamis (11/8).foto:MySharing.

Cagub Muslim Jakarta, Aspirasi Masyarakat

[sc name="adsensepostbottom"]

Ulama dan umat Muslim tidak main-main memilih cagub Muslim DKI Jakarta untuk melaju Pilkada 2017.

MS Ka’ban, mantan menteri kehutanan mengatakan, nama-nama calon gubernur DKI Jakarta yang telah dirumuskan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) dan Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) adalah aspirasi masyarakat Jakarta secara umum dan sudah terseleksi berkinerja bagus.

Para cagub tersebut memiliki kepedulian terhadap pemerintahaan DKI Jakarta. Jika partai politik  (parpol) betul-betul memperhatikan aspirasi masyarakat, parpol tinggal memilih salah satu nama yang diusung. “Sebuah kecelakaan besar, jika pengambilan keputusan yang dilakukan parpol untuk menampilkan cagub-wacagub DKI Jakarta yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat,” tegas Ka’ban pada muzakarah ulama dan tokoh untuk Kepemimpinan DKI Jakarta, di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Parpol, lanjut dia, hendaknya jangan mengedepankan kepentingan politik tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat. Itulah sebabnya, dalam Piagam Rakyat Jakarta, ulama dan tokoh Islam akan menyerukan kepada rakyat Jakarta untuk memboikot parpol yang mencalonkan gubernur yang kinerjanya buruk.

Tokoh Partai Bulan Bintang (PBB) ini berharap jangan sampai incumbent gubernur non Muslim yaitu Ahok terpilih kembali dalam Pilkada 2017 mendatang. Ulama, intelektual Muslim, dan pimpinan ormas Islam  harus menyerukan agar umat Islam memilih Cagub Muslim DKI Jakarta harus ditaati.

“Tidak bisa dibayangkan, jika  ke depan Jakarta dipimpin oleh Ahok lagi. Kebijakan-kebijakannya itu membahayakan merugikan rakyat kecil. Karena itu, kita tidak main-main memilih pimpinan Muslim DKI 2017,” tukas Ka’ban.

Ka’ban mendukung jika ulama dan tokoh masyarakat mendatangi tokoh partai untuk menyakinkan siapa yang pantas untuk memimpin Jakarta. Menurutnya, nama-nama cagub yang sudah ada dan diusung ulama, hendaknya melakukan pertemuan dan berkomitmen. Diantara mereka harus ada yang rela untuk maju, sepanjang kriteriannya sudah terpenuhi.

[bctt tweet=”MS Ka’ban: Tak terbayangkan, jika Jakarta dipimpin oleh Ahok lagi ” username=”my_sharing”]

Namun, persoalannya apakah parpol berkenan dengan cara seperti itu? Ka’ban pun berpendapat sepertinya semua tergantung parpol, Tuhan pun menentukan cagub melalui parpol. Setelah pilkada,  baru kemudian mendaftarkan Ke KPUD adalah parpol. Sehingga tak dipungkiri peran parpol menjadi penting dan strategis.