Islam adalah satu-satunya petunjuk hidup bagi manusia sampai akhir zaman.
Sesuai dengan temanya yakni “Da’wah or Destruction”, Cendekiawan Muslim asal India, Zakir Nakir mengungkapkan seluk-beluk tentang dakwah Islam dan pentingnya dakwah bagi umat agar umat mengenali tauhid, Al Quran, dan sunnah.
“Agar manusia sadar bahwa Islam adalah satu-satunya petunjuk hidup bagi umat manusia sampai akhir zaman,” kata Zakir dalam ceramahnya di hadapan peserta di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat, Minggu (2/4).
Zakir juga membahas perbandingan agama, tantangan umat Islam menghadapi degradasi imam dan memahami toleransi dalam koridor Islam
Menurut Zakit, toleransi itu ada batasnya. “Saat Muslim mengucapkan Qul Huwallahu Ahad, kemudian dia mengucapkan selamat Natal. Maka, Qul Huwallahu Ahad-nya batal, karena dia mengakui juga adanya anak tuhan,” jelas Zakir.
Usai berceramah, Zakir pun mempersilahkan peserta yang hadir untuk bertanya. Namun diprioritasnya yang non Muslim.
Beberapa orang beragama non-Muslim, agama Katolik, Kristen Protestan, ateis, dan Buddha melontarkan banyak pertanyaan tentang Nabi Isa, tentang Allah SWT, dan tentang Islam.
Dari belasan orang yang bertanya, ada sekitar empat orang yang langsung bersyahadat menyatakan diri masuk Islam. Yaitu Danilia Permata Sari (26) beragama Buddha, Novita Luciana (25) beragama Katolik, Kevin beragama Katolik, dan Deni Saputra seorang ateis.
Suasana begitu mengharu, ketika para mualaf tersebut membacakan syahadat sambil tersendu-sendu dibimbing oleh Zakir Naik, pendakwah kondang seantero negeri.
Salah satu mualaf yang terus menangis setelah membacakan syahadat adalah Novita Luciana. Novita mengaku tak bisa menahan rasa harunya karena akhirnya bisa memeluk Islam dan membaca syahadat.
Novita berkisah, bahwa dirinya mengenal Islam awalnya dari pacarnya yang Muslim. Namun, selama ini pacarnya tidak pernah memaksa dirinya untuk masuk Islam. Rasa penasaran justru timbul dari dirinya sendiri, yakni ketika ia melihat video Zakir Nakir di Youtobe yang membandingkan tentang Bibel dan Al Quran.
Bagi Novi, adanya ceramah Zakir Naik di Youtube bisa memudahkan non-Muslim yang ingin mencari tahu tentang Islam. Karena kalau harus membaca buku biasanya Ia susah paham.
“Saya semakin yakin untuk memeluk Islam, setelah melihat video Zakir Naik. Sudah dua tahun, saya nggak ke gereja,” ujar Novita.
Novita mengatakan, sudah dua tahun ini dirinya mulai mempelajari Islam. Semakin dipelajari, ia merasa cocok karena agama Islam masuk akal dan mudah dipahami. Ia pun, mulai mengomunikasikan keinginan kuatnya untuk masuk Islam kepada orang tuanya.

