Media Islam harus membawa misi Islam, meluruskan yang belum lurus, dan membawa wacana yang bermaslahat kepada umat.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Nafis mengatakan, media Islam harus membawa kemaslahatan bagi umat dalam menginformasikan berita-beritanya.
”Media Islam harus membawa misi Islam, meluruskan yang belum lurus, dan membawa wacana yang bermaslahat kepada umat. Jadi baik pun tak cukup menjadi berita, tapi harus membawa maslahat,” jelas Cholil pada acara Silaturahmi MUI dengan Media Islam di kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (2/2).
Menurut Cholil, saat ini media sudah menjadi alat atau senjata perang di tengah kehidupan bangsa dan negara. Dan berita-berita yang disuguhkan kadang-kadang tidak objektif, tapi ada kepentingan politik, ideologi, atau bisnis tertentu.
- Bank Muamalat Sukses Raih Dua Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026
- BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center Serahkan Sertifikat Halal untuk 49 UMKM
- CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Asian Banking & Finance Awards 2026
- Bank Mega Syariah Rayakan Harpelnas 2026 Berikan Layanan Medical Check-Up Gratis untuk Nasabah
Untuk itulah, Cholil menghimbau agar media Islam harus pada posisi memberitakan yang benar juga baik. ”Jadi, tidak setiap berita yang benar itu diberitakan. Benar pun tidak boleh diberitakan, ketika itu mengandung yang tidak baik,” tegasnya.
Namun demikian, pada sisi lain, Cholil menyimpan harapan yakni media Islam bisa menjadi senjata bagaimana mengklarifikasi terhadap berita-berita yang dianggap tidak berimbang.

