CIMB Group sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi bank syariah asal Filipina, yaitu Al-Amanah Bank. Berdasar dari sumber lokal, Al Amanah telah menghentikan operasinya sejak beberapa waktu lalu. Bank tersebut memiliki aset sebesar 1 miliar peso (23,06 juta dolar AS) dan membutuhkan modal investasi baru sebesar 100 miliar peso (2,3 miliar dolar AS) untuk kembali beroperasi.

Direktur Muslim Economic Affairs of the National Commission on Muslim Filipinos, Aleem Siddique Guiapal, menuturkan akuisisi CIMB Group atas Al-Amanah Bank akan menjadi suatu langkah untuk terus mengukuhkan kehadiran grup tersebut di level kawasan Asia Tenggara. Namun, Guiapal menegaskan agar bank syariah satu-satunya di Filipina tersebut dikembangkan dan dikelola oleh orang Filipina.
Sebelumnya, CIMB menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi bank lainnya di Filipina yaitu Bank of Commerce. Namun aksi korporat tersebut tak berlanjut karena Bank of Commerce tidak memenuhi ketentuan Halal-compliance minimum 5 persen. Rencana salah satu jaringan lembaga keuangan terbesar di Asia itu untuk mengakuisisi Al-Amanah Bank dapat menjadi langkah pertama CIMB memasuki pasar bank syariah Filipina. Sebelumnya lembaga keuangan asal Malaysia itu juga sedang mengevaluasi aksi merger dengan dua rekan lokal Malaysia, yaitu RHB Capital dan Malaysia Building Society, untuk membentuk bank syariah mega (Islamic megabank).
Dalam proposal pembentukan bank syariah mega tersebut, rencananya RHB dan CIMB akan merger dan menciptakan franchise bank syariah dengan Malaysia Building Society. Ketiga pihak tersebut pun telah mengadakan 90 hari perjanjian eksklusif untuk bernegosiasi dan memfinalisasi harga, struktur, dan ketentuan lainnya untuk rencana merger dari tiga entitas dan penciptaan bank syariah mega. (Sumber: Islamic Finance News)

