Tim khusus dibentuk, warga diminta tenang.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, Pemprov DKI sedang fokus menyiapkan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona secara menyeluruh. Termasuk memastikan kebersihan transportasi umum seperti MRT dan Transjakarta.
“Ini genting, dan kami akan transparan. Kita akan menyampaiakan informasi secara lengkap sehingga warga bisa tenang,” kata Anies saat jumpa pers, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (2/3/2020) malam.
Untuk itu, Anies Baswedan membentuk membentuk tim khusus corona. Tim itu dipimpin asisten Kesra dan beranggotakan Dinas Kesehatan, Dinas Kominfotik, BPBD, Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Biro Perekonomian.
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
“Tim ini akan bekerja full, memiliki base di kantor dinas kesehatan di jalan Kesehatan nomor 10,” ucap Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Senin (2/3/2020).
Tim khusus memantau potensi sebaran virus corona dari orang-orang yang diduga terjangkit. Proses penyelidikan ini dimulai dari 136 orang yang saat ini dipantau oleh Pemprov DKI.
“Siapa berkegiatan di mana berinteraksi dengan siapa kapan dan lain-lain. Dan pattern itu sudah ada untuk seluruh kasus yang dipantau. Tadi saya sebutkan ada 136, jadi 136 (orang) itu seluruh pattern-nya itu ada. Dan ini semua dilakukan dalam rangka bisa meminimalisir potensi penularan,” kata Anies menjelaskan.
Untuk itu juga, Anies meminta warga Jakarta untuk lebih tenang dalam menghadapi ancaman virus Corona. Warga diimbau untuk secara aktif melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika ada gejala influenza. Soalnya dari situ, akan diobservasi lebih lanjut akan status Coronanya.
“Silahkan datangi Puskesmas terdekat, atau hubungi Call Center 112 atau 119,” kata Anies menegaskan.
Tak cukup mengimbau, Anies menerangkan, pihaknya telah menambah jumlah operasional unit ambulans di DKI Jakarta.

