Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama akan mengelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2015 pada 4-7 Desember mendatang. Berbagai topik penting pun akan dibahas oleh organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini.

Terkait sosialisasi BPJS, Nendra menilai adanya beberapa kelemahan di kalangan Nahdliyin yang menyebabkan rendahnya keikutsertaan mereka terutama muslimat untuk mengikuti program BPJS.
Selain BPJS, yang menjadi pembahasan penting di Rakernas adalah tentang kesehatan. ”Muslimat akan konsen di dalam pengelolaan klinik Pratama, dibawah koordinasi PP Muslimat NU,” kata Nendar, seperti dilansir dari laman PBNU, Rabu (18/11).
- BPJH Resmi Berikan Sertifikasi Halal bagi JNE untuk Layanan Logistik, Perkuat Standar Layanan Terpercaya
- Bank Muamalat Dukung Pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan
- DPLK Syariah Muamalat Layani Program Pensiun Penggiat Masjid Tazkia Islamic Center
- CIMB Niaga Luncurkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Rakernas, lanjut dia, rencananya akan dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Adapun tokoh yang akan hadir memberikan materi pada peserta Rakernas, adalah Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek. ”Beliau akan memaparkan bagaimana manajemen yang baik, jika PP Muslimat ingin membangun klinik, terutama dalam pengurusan izinnya,” ujar Nendra.

