Presiden RI Joko Widodo (kanan), Ketum PBNU Said Aqil Siradj (kedua kanan), Rois Aam PBNU Ma'ruf Amin (kedua kiri), dan Sekjen PBNU Helmi Faisal Efendi berjalan keluar seusai mengadakan pertemuan tertutup di kantor PBNU, Jakarta, Senin (7/11). Foto: Republika/ Yasin Habibi

Dinginkan Pasca Demo, Jokowi Kunjungi PBNU

[sc name="adsensepostbottom"]

Dalam rangka mendinginkan suasana pasca “Aksi Bela Islam” Jumat 4 November lalu, Jokowi mengunjungi tokoh-tokoh agama.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Senin sore (7/11) untuk menemui sejumlah ulama.

Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi  didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Saat kedatangan Presiden, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini menyambut rombongan yang tiba pada sekitar pukul 15.30 WIB.

Presiden Jokowi pun dipersilahkan masuk menuju ruangan di mana Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Rais Aam PBNU KH.Ma’ruf Amin,  dan sejumlah pengurus PBNU lain sudah menunggu. Pertemuan antara Jokowi dan pengurus PBNU  digelar secara tertutup.

”Tadi kita bertemu dengan seluruh jajaran pengurus NU. Baik Rais Aam,  Rais Suriah, dan  pak Kiai Said Aqil Sirodj,” ujar Jokowi di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin sore (7/11).

Jokowi mengapresiasi atas peran NU selama ini dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Sangat clear sekali bahwa NU telah terbukti menjadi penyangga utama NKRI,” tegasnya.

Menurutnya,  NU telah menunjukkan sebagai organisasi yang meredam berbagai kemungkinan polemik ditanah air. NU secara total telah berusaha mendinginkan situasi sebelum dan sesudah demonstrasi “Aksi Damai Bela Islam”, Jumat 4 November lalu.

Jokowi menegaskan,  bahwa aksi demonstrasi 4 November kemarin berjalan damai sebagaimana yang diharapkannya. Menurutnya, hal ini tidak lepas dari peranan NU.

“Kita ketahui bersama, aksi 4 November kemarin berjalan dengan baik. Ini tentu karena pernyataan kiai NU yang meneduhkan,” ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan, bahwa dari kemarin pagi sampai malam pihaknya terus mengundang tokoh-tokoh politik dan tokoh-tokoh agama  untuk memberikan masukan dalam rangka memberikan rasa sejuk mendinginkan suasana. “Hal-hal seperti itulah yang terus kita lakukan dalam minggu-minggu ini,” pungkasnya.