Dr. H. Muhajirin Yanis, Direktur Haji Khusus dan Umrah Kemenag.

Direktur Haji Khusus dan Umrah Kemenag: “Jangan Mudah Tergiur Biaya Umrah Murah”

[sc name="adsensepostbottom"]

Saat ini banyak sekali tawaran untuk melakukan perjalanan ibadah umrah dengan harga yang sangat murah, bahkan terkesan tidak masuk akal. Sudah banyak pula yang menjadi korban tawaran model tersebut, seperti calon jemaah umrah First Travel yang sedang marak diberitakan saat ini.

Menurut Direktur Haji Khusus dan Umrah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama – Dr. H. Muhajirin Yanis, untuk menghindari calon jemaah umrah menjadi korban dari biro travel umrah dengan harga yang sangat murah tersebut, maka calon jemaah umrah agar berhati-hati dan selektif didalam memilih biro perjalanan untuk ibadah umrahnya.

“Jangan pernah tergiur pada biaya umroh murah! Tanyakan kepada mereka (biro umrah-red) dan minta disimulasikan, dari biaya sekian yang mereka tawarkan itu dapat membiayai apa?” ungkap Muhajirin Yanis kepada MySharing kemarin di Jakarta.

Karena menurut Muhajirin, terdapat dua komponen utama yang harus dibiayai dalam perjalanan ibadah umroh jemaah, yaitu komponen biaya dalam negeri, dan komponen biaya luar negeri. Untuk komponen biaya dalam negeri, paling besar adalah biaya tiket pesawat, berikutnya biaya manasik, dan biaya lain-lain. Sementara komponen biaya luar negeri, adalah biaya hotel, biaya konsumsi dan biaya transportasi.

“Nah, suruh mereka paparkan itu! Berapa biaya kalau jemaah berada 9 hari disana (tanah suci). Misal empat hari di Mekkah, tiga hari di Madinah, biaya hotel dan biaya makannya berapa? Lalu asuransinya bagaimana? Nah, kalau biaya umrah yang ditawarkan itu sangat murah, maka saya kira itu tidak masuk akal. Karena itu calon jemaah harus hati hati. Jadi jangan mudah terbuai janji-janji biaya murah,” papar Muhajirin panjang lebar.

Muhajirin lalu melanjutkan, bahwa perjalanan ibadah umrah ini adalah berupa paket yang dijual. Jadi, pada dasarnya calon jemaah membeli sejumlah harga paket. Dan paket itu selalu jelas harganya.

“Paket A misalnya umrah 9 hari dengan harga sekian, dengan rinciannya harga hotel sekian, harga pesawat sekian. Nah, itu yang bisa dibeli langsung jemaah. Jadi jemaah tidak perlu harus menunggu atau waiting list. Karena itu sebaiknya jemaah mengumpulkan dananya dahulu, sampai dananya cukup misalnya di tahun depan. Kemudian dia tinggal membeli paket sesuai dananya dan langsung berangkat. Daripada dia dijanjikan berangkat tahun depan, namun dengan membayar sekarang dengan harga sangat murah. Dengan begitu, InsyaAllah jemaah akan terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” demikian tutup Muhajirin Yanis, Direktur Haji Khusus dan Umrah Kemenag.