Di tengah kondisi makro ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan, memasuki periode triwulan kedua tahun 2015 BNI Syariah menunjukan kinerja yang positif.
Hal di atas disampaikan Corporate Communication Manager BNI Syariah – M. Iqbal Taqiudin hari ini (Jumat/31 Juli 2015) di Jakarta.
Indikasi postif kinerja BNI Syariah di atas tersebut tampak dari beberapa indikator yang berjalan sesuai rencana, salah satunya profitabilitas tercapai sebesar Rp 99,94 M atau naik sebesar 50,33% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 66,48 M
Kemudian, total aset mengalami kenaikan sebesar 20,19 % YOY, yaitu meningkat Rp 3,37 T, dari sebelumnya Rp 17,35 T (Juni 2014) menjadi Rp 20,85 T (Juni 2015).
Dijelaskan oleh Iqbal Taqiudin, pertumbuhan ini didorong antara lain oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 25,24 % YOY menjadi Rp 16,74 T dimana periode sebelumnya pembiayaan mencapai Rp 13,37 T. Faktor pendorong lainnya adalah bertumbuhnya penghimpunan dana masyarakat sebesar 28,22 % YOY dari semula Rp 13,51 T menjadi Rp 17,32 T.
Menurut Iqbal, dari total pembiayaan sebesar Rp 16,74 T sebagian besar merupakan pembiayaan cabang reguler yang meliputi pembiayaan konsumtif 53,17%. Kemudian diikuti oleh pembiayaan produktif UKM 22,07%, selanjutnya disusul oleh pembiayaan komersial 16,15%, pembiayaan mikro 6,3%, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,29%.
Sementara itu, pembiayaan konsumtif di dominasi oleh pembiayaan Griya iB Hasanah yaitu dengan komposisi 84,07%. Pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dengan hati-hati agar kualitas pembiayaan dapat tetap terjaga dengan baik. NPF gross di semester ini sebesar 2,42%. Pembiayaan pada sektor griya sebagai sektor yang mendorong pertumbuhan pembiayaan tetap dilakukan dominan pada segment ” first home buyer” dan dengan range harga rumah berkisar Rp 200 juta sd Rp 500 juta. Hal ini yang turut menjaga NPF agar tetap rendah.
Adapun DPK saat ini memiliki kompisisi CASA (dana murah) sebesar 46,86 %.
Lebih lanjut disampaikan Iqbal, pertumbuhan laba semester ini juga disumbang dari upaya mempertahankan efisiensi yang dilaksanakan di segenap bidang. Hal ini tampak dari komposisi BOPO yang relatif tetap sebesar 90,36 % menjadi 90,39 % pada periode yang sama.
Adapun dari dana sukuk yang terhimpun sebesar Rp 500 miliar pada bulan Mei 2015, sebesar Rp 294,56 miliar telah direalisasikan pada pembiayaan, sedangkan sisanya diharapkan akan terserap dalam beberapa bulan ke depan.


