Ketua Umum MUI, KH. Ma'ruf Amin sedang khotbah pada shalat Istisqa Nasional di pelaratan Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (1/11).

Doa Indonesia Minta Hujan

[sc name="adsensepostbottom"]

Umat Islam Indonesia memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Permohonan itu disampaikan melalui shalat Istisqa Nasional yang digelar di pelataran Masjid Istiqal, Jakarta, Ahad (1/11). Diharapkan hujan segera turun, sehingga kekeringan dan kabut asap teratasi.

Ketua Umum MUI, KH. Ma'ruf Amin sedang khotbah pada shalat Istisqa Nasional di pelaratan Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (1/11).
Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin sedang khotbah pada shalat Istisqa Nasional di pelaratan Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (1/11).

Selain ribuan umat Islam, shalat Istisqa Nasional juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin, sejumlah menteri kabinet kerja, dan para pimpinan ormas Islam.

Bertindak sebagai imam adalah imam besar Masjid Istiqlal Hasanudin Sinaga, sedangkan khotbah disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin. Dalam khotbahnya, Ma’ruf menyatakan shalat Istisqa diselenggarakan sebagai upaya manusia untuk memohon turunnya hujan dari Allah SWT.

“Sudah tidak ada lagi upaya. Upaya manusia sudah tidak bisa lagi menurunkan hujan. Pakai pesawat tidak bisa, membuat hujan buatan pun harus ada awan,” kata Ma’ruf.

Menurutnya, segala upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kekeringan dan kabut asap, seperti waterbombing dan lainnya, belum memberikan hasil signifikan. Akibatnya, banyak anggota masyarakat yang sakit, penerbangan terganggu dan hewan mati karena kekeringan.

Ketika berbagai upaya tidak membuahkan hasil, kata Ma’ruf, cara lain yang bisa dilakukan adalah berdoa. Dalam hal ini, berdoa yang Islam adalah melalui shalat Istisqa (minta hujan) kepada Allah SWT.

Menurut Ma’ruf, shalat Istisqa yang diadakan di pelaranan Masjid Istisqal ini adalah   shalat Istisqa Nasional karena dihadiri oleh wakil presiden dan sejumlah menteri kebinet kerja. Karena itu, kata dia,  mudah-mudahan Allah SWT merindhoi dan menurunkan hujan.

“Jika hujan turun, bukan hanya kekeringan yang hilang, melainkan juga membawa kesuburan, ketenangan serta menghentikan permusuhan dan perpecahan. Shalat Istisqa juga sebagai sarana pertobatan dari maksiat yang telah dilakukan,”  tegasnya.