Dompet Dhuafa akan Bangun Hunian Sementara Bagi Pengungsi Rohingya

[sc name="adsensepostbottom"]

Memanfaatkan penghimpunan dana di masa Ramadhan, Dompet Dhuafa akan menyisihkan dana untuk membangun hunian sementara bagi pengungsi Rohingya.

rohingyaDirektur Pengembangan Sosial Dompet Dhuafa Nana Mintarti, mengatakan hunian sementara bagi pengungsi Rohingya nantinya akan berada di Langsa, Aceh Utara. Rencananya ada 100 unit yang akan dibangun. “Sifatnya seperti hunian sementara karena bayangan kita mereka pasti suatu saat menunggu penempatan wilayah yang mau menerima. Jadi seperti pengungsi Vietnam tahun 1975 pemerintah kita kan sediakan Pulau Galang sambil mereka menunggu negara penempatan yang dilakukan oleh UNHCR (organisasi PBB yang mengurusi pengungsi),” jelas Nana.

Nana menambahkan pihaknya pun akan melakukan langkah advokasi ke pemerintah untuk penyediaan lahan hunian sementara. Pasalnya, sejauh ini lahan yang tersedia baru berasal dari hasil kerjasama dengan Kabupaten Aceh Utara. Luasnya pun masih terbatas. Sementara, diperkirakan akan ada gelombang pengungsi lainnya. Baca: MUI dan Walubi Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya

“Kemungkinan masih ada gelombang pengungsi lagi, makanya kami harus advokasi juga. Kami bisa minta pada ASEAN, melalui pemerintah Indonesia, agar Myanmar jangan terus merepresif karena kalau terus begitu mereka (etnis Rohingya) akan keluar lagi dan yang menanggung kita lagi, masak ada yang mau minta tolong tidak kita bantu,” tukas Nana.

Ia menambahkan saat ini pihaknya pun, melalui Forum Zakat, telah membicarakan persoalan lahan untuk pendirian hunian sementara yang terbatas dengan pemerintah daerah di Aceh. “Sejauh ini yang baru menyediakan lahan adalah pemerintah daerah Aceh Utara. Bupatinya sangat mendukung,” ujar Nana, sembari berharap hunian sementara akan dapat menampung separuh dari total pengungsi Rohingya yang ada di Aceh. Baca: Vatikan Himbau Dunia Internasional Bantu Pengungsi Rohingya

Selain akan membangun hunian sementara, Dompet Dhuafa juga membuat mushola bagi para pengungsi. “Jumlah mereka cukup banyak dan beda bahasa pula jadi harus ada perlakuan khusus karena itu kami membuat musola khusus untuk mereka. Mudah-mudahan dengan penghimpunan dana di Ramadhan, kami bisa membantu pembangunannya,” kata Nana.