Lembaga nirlaba Indonesia, Dompet Dhuafa akan melebarkan sayapnya ke London, Inggris, pertengahan tahun ini.

Untuk lebih meningkatkan penghimpunan di luar negeri, Dompet Dhuafa pun berencana menambah kantor perwakilan di London. “Di tahun ini akan buka di London yang rencananya (pembukaannya) bersamaan dengan Ramadhan,” kata Yuli kepada mysharing, beberapa waktu lalu. Baca: Umat Islam Tidak Perlu Khawatir Hidup di Inggris
Yuli menambahkan dari kantor perwakilan di luar negeri cukup banyak orang Indonesia yang memercayakan pembayaran zakatnya kepada Dompet Dhuafa, selain ada pula yang merupakan orang asing. Di sisi lain, lanjutnya, Dompet Dhuafa pun bekerjasama dengan lembaga nirlaba di berbagai negara. “Seperti di Hong Kong ada lembaga nirlaba Budha yang waktu terjadi tsunami Aceh mereka memberi bantuan lewat kami. Jadi orang asing yang melihat aktivitas kami baik, akhirnya memercayakan bantuan lewat kami,” ujar Yuli.
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
Dari lima kantor perwakilan eksisting, menurut Yuli, kantor perwakilan Hogn Kong memberikan kontribusi cukup besar. Selain karena ada sekitar 250 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hong Kong, Dompet Dhuafa juga menyediakan tempat perlindungan bagi TKI yang mengalami masalah di Hong Kong. Baca: Dompet Dhuafa USA Dukung Pemberdayaan Ekonomi Imigran
Dalam dua pekan mendatang, Dompet Dhuafa pun akan mengadakan diplomasi kemanusiaan berupa pementasan kreativitas seni di Hong Kong bersama pejabat pemerintah RI. Selain ada dialog kemanusiaan, akan ada pula pementasan ketoprak pada 24 Mei 2015. Sementara, pada bulan Ramadhan Dompet Dhuafa juga akan melakukan dakwah internasional di 15 negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Papua Nugini, Timor Leste, Selandia Baru, Australia, Afrika Selatan, Amerika dan Belanda.

