Dompet Dhuafa akan Ekspansi ke London

[sc name="adsensepostbottom"]

Lembaga nirlaba Indonesia, Dompet Dhuafa akan melebarkan sayapnya ke London, Inggris, pertengahan tahun ini.

keuangan syariah di inggrisDirektur Eksekutif Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi, mengatakan penghimpunan dana zakat Dompet Dhuafa dari luar negeri menyumbang sekitar 30 persen. Penghimpunan dana zakat tersebut berasal dari lima kantor perwakilan di luar Indonesia, yaitu di Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong dan Australia.

Untuk lebih meningkatkan penghimpunan di luar negeri, Dompet Dhuafa pun berencana menambah kantor perwakilan di London. “Di tahun ini akan buka di London yang rencananya (pembukaannya) bersamaan dengan Ramadhan,” kata Yuli kepada mysharing, beberapa waktu lalu. Baca: Umat Islam Tidak Perlu Khawatir Hidup di Inggris

Yuli menambahkan dari kantor perwakilan di luar negeri cukup banyak orang Indonesia yang memercayakan pembayaran zakatnya kepada Dompet Dhuafa, selain ada pula yang merupakan orang asing. Di sisi lain, lanjutnya, Dompet Dhuafa pun bekerjasama dengan lembaga nirlaba di berbagai negara. “Seperti di Hong Kong ada lembaga nirlaba Budha yang waktu terjadi tsunami Aceh mereka memberi bantuan lewat kami. Jadi orang asing yang melihat aktivitas kami baik, akhirnya memercayakan bantuan lewat kami,” ujar Yuli.

Dari lima kantor perwakilan eksisting, menurut Yuli, kantor perwakilan Hogn Kong memberikan kontribusi cukup besar. Selain karena ada sekitar 250 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Hong Kong, Dompet Dhuafa juga menyediakan tempat perlindungan bagi TKI yang mengalami masalah di Hong Kong. Baca: Dompet Dhuafa USA Dukung Pemberdayaan Ekonomi Imigran

Dalam dua pekan mendatang, Dompet Dhuafa pun akan mengadakan diplomasi kemanusiaan berupa pementasan kreativitas seni di Hong Kong bersama pejabat pemerintah RI. Selain ada dialog kemanusiaan, akan ada pula pementasan ketoprak pada 24 Mei 2015. Sementara, pada bulan Ramadhan Dompet Dhuafa juga akan melakukan dakwah internasional di 15 negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Papua Nugini, Timor Leste, Selandia Baru, Australia, Afrika Selatan, Amerika dan Belanda.