Dompet Dhuafa Bantu Pencarian Korban AirAsia QZ-8501 di Sulawesi

[sc name="adsensepostbottom"]

Bersama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas), tim relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut membantu pencarian korban AirAsia QZ-8501 di perairan Sulawesi.

Pesawat AirAsiaBasarnas telah mendirikan posko di Majene, Sulawesi Barat untuk mempermudah proses evakuasi dari peristiwa jatuhnya AirAsia. Salah satu relawan DMC Dompet Dhuafa untuk pencarian korban AirAsia, Abdul Azis, mengatakan pencarian di kawasan Majene tersebut dibagi dalam dua tim, yaitu darat dan air. Kedua tim tersebut pun menjalankan aksi pencarian dengan menyisir kawasan perairan selatan Majene, baik menggunakan kapal motor maupun menyisir pantai.

Kelanjutan dari pencarian korban AirAsia QZ-8501 di kawasan Sulawesi tersebut memang tak sia-sia. Berbagai serpihan badan pesawat dan juga potongan tubuh yang diduga korban dari pesawat AirAsia tersebut berhasil dievakuasi tim relawan. “Seperti pada 3 Februari 2015 diketemukannya kaki sebelah kiri yang diduga merupakan potongan tubuh korban AirAsia di pantai Mattirasompe, Sulawesi Selatan,” kata Azis, dalam siaran pers yang diterima MySharing, Rabu (4/2).

Para relawan dari DMC yang terdiri dari tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Makassar dan sejumlah volunteer kini bergerak untuk pencarian korban di kawasan perairan Sulawesi. Meski telah sebulan berlalu peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ-8501, pencarian korban memang terus dilanjutkan hingga kini.[su_pullquote align=”right”]”Sejumlah volunteer kini bergerak untuk pencarian korban di kawasan perairan Sulawesi”[/su_pullquote]

Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bambang Soelistyo, mengatakan titik pencarian juga akan diperluas. Dengan perluasan diketemukannya serpihan badan pesawat dan potongan tubuh yang diduga korban AirAsia, kini pencarian dilakukan hingga perairan Polewali Mandar. Dengan perluasan tersebut diharapkan akan tambah banyak diketemukannya korban maupun serpihan badan pesawat.