Dompet Dhuafa menyasar setidaknya 16 ribu penerima manfaat selama Ramadhan 1436 H. Ada 48 program yang telah disiapkan untuk mencapai target tersebut.

Beberapa program Ramadhan yang dipersiapkan adalah Ramadhan Ceria di Perbatasan, Warung Tenda Takjil, dan Bike and Run 4 loVely Environment (BR4VE). Ramadhan Ceria di Perbatasan merupakan program pemberian parsel lebaran untuk anak-anak atau keluarga yang berada di beberapa daerah perbatasan. Selain pemberian parsel lebaran, ada pula aktivitas lainnya seperti outbound, Pesantren Ceria, Literasi Asik, Istana Kreativitas dan Safari Ramadhan. Baca: Hargai Perbedaan Awal Ramadhan dengan Toleransi
“Untuk Warung Tenda Takjil merupakan kegiatan pemberdayaan ekonomi yang melibatkan kelompok masyarakat kurang mampu di wilayah dampingan. Para pedagang menciptakan produk pangan yang aman dan halal dan dijual untuk makanan berbuka,” kata Ahmad. Sementara, BR4VE adalah kegiatan lari dan bersepeda untuk penggalangan dana program Air untuk Kehidupan dengan aplikasi Phyrunthropy.
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Direktur Pengembangan Sosial Dompet Dhuafa, Nana Mintarti, mengatakan untuk BR4VE pihaknya bekerjasama dengan komunitas pelari di sekitar perumahan Bintaro. Sebelumnya komunitas tersebut pun selalu berbagi kepada sesama setiap Ramadhan dengan mengunjungi masyarakat kumuh saat berlari. “Sekarang mereka berdonasi khusus untuk program Dompet Dhuafa yaitu Air untuk Kehidupan. Jadi mereka ingin berdonasi tapi tidak meninggalkan hobinya, maka mereka membuat event ini,” cetus Nana. Baca: Berbagi Itu Tak Hanya Uang
Nana menjelaskan donasi yang terkumpul dari BR4VE akan digunakan untuk penyediaan air bersih bagi keluarga di Nusa Tenggara Timur yang daerahnya mengalami kekeringan. Penggalangan dana dilakukan dengan aplikasi Phyrunthropy, dimana dengan aplikasi tersebut donasi akan didapat dengan ketentuan lari donasi sekian untuk berapa per kilometer.
“Biasanya kan kalau berlari ada jarak yang ditempuh misalnya 5 sampai 10 kilometer, nah nanti dari sana ditentukan donasinya berapa,” ujar Nana. Saat ini program BR4VE dilakukan di Jabodetabek, namun Nana tak menutup kemungkinan jika animo masyarakat untuk berlari sambil berdonasi cukup besar maka tahun depan bisa dikembangkan ke kota lainnya.

