Dompet Dhuafa Ketuk Pintu 15 Ribu Penderita Tuberkulosis

[sc name="adsensepostbottom"]

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pengobatan dan penyebaran informasi mengenai Tuberkulosis kepada masyarakat, Dompet Dhuafa mencanangkan program Ketuk Pintu.

ketuk-pintu-toss-tbPenanggung Jawab Kegiatan Ketuk Pintu Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Maria Mansyuri memaparkan, Ketuk Pintu merupakan program yang digagas oleh LKC Dompet Dhuafa. “Pada tahun ini kami mencanangkan 15.000 rumah yang diketuk,” katanya, dilansir dari laman Dompet Dhuafa, Jumat (8/4).

Dalam kegiatannya LKC Dompet Dhuafa akan melakukan penjaringan dan penyuluhan singkat dari satu pintu ke pintu lainnya di wilayah yang diduga terdapat banyak penderita penyakit Tuberkulosis. Program Ketuk Pintu pun dapat dimanfaatkan sebagai penjaringan suspek Tuberkulosis secara aktif.

“Para relawan bertugas melakukan edukasi terhadap masyarakat, selain itu mereka juga ditugaskan untuk melakukan deteksi dugaan penderita penyakit Tuberkulosis di keluarga tersebut. Setelah dirasa cukup, maka rumah tersebut akan ditempelkan stiker Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis,” ujar Maria.

Penyebaran informasi tentang penyakit Tuberkulosis digalakkan oleh LKC Dompet Dhuafa mengingat kegagalan dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis akan berdampak luas pada kehidupan masyarakat secara keseluruhan, terutama pada warga sekitar yang terdapat penderita penyakit Tuberkulosis. “Satu penderita penyakit Tuberkulosis akan menularkan 10-15 masyarakat lainnya. Ini perlu penanganan yang serius, sehingga kami terus intensif dalam melakukan program penanggulangan penyakit yang mematikan tersebut,” jelas Maria.

Selain melakukan pelayanan pengobatan terhadap penyakit Tuberkulosis, LKC Dompet Dhuafa juga membuka Pusat Informasi penyakit Tuberkulosis Masyarakat di beberapa wilayah. Kegiatan yang diselenggarakan di Jabodetabek dan beberapa wilayah luar daerah diantaranya Palembang, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Aceh serta Purwekerto ini merupakan salah satu cara untuk menyebarkan informasi tentang Tuberkulosis.

“Hal ini mengingat meskipun penyakit Tuberkulosis sangat berbahaya dan mematikan, namun penyakit tersebut dapat disembuhkan, asal pasien yang menderita penyakit Tuberkulosis melakukan pengobatan secara tuntas, selain itu obat yang diberikan kepada pasien sangat mudah dan gratis,” pungkas Maria.