Dompet Dhuafa Seleksi Ketat Pedagang Tangguh Miwon

[sc name="adsensepostbottom"]

Miwon Indonesia melaksanakan program CSR bertajuk Pedagang Tangguh Miwon bagi pedagang bakso. Dompet Dhuafa yang berlaku sebagai pelaksana teknis program tersebut pun menyeleksi ketat para pedagang terpilih.

IMG_20151109_110711Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi, mengatakan 2015 adalah tahun keempat pihaknya bekerjasama dengan Miwon untuk program Pedagang Tangguh. Pada tahun ini ada 52 pedagang bakso yang ikut serta menjadi bagian program Pedagang Tangguh Miwon. Mereka terpilih setelah melalui seleksi ketat oleh tim dari Dompet Dhuafa, yang mendatangi komunitas pedagang bakso di Jakarta dan menawarkan program tersebut.

“Untuk seleksi, kami mengutamakan higienitas pedagang karena kami tidak mau nama Dompet Dhuafa atau Miwon tercemar. Jadi kami memilih pedagang yang tidak mencampur-campur daging sapi dengan daging lainnya, yang memakai daging sapi 100 persen,” ujar Yuli, saat ditemui usai peluncuran program Pedagang Tangguh Miwon, Senin (9/11). Baca: Miwon Berdayakan Pedagang Bakso

Dalam kerjasama ini, Dompet Dhuafa akan memberikan pelatihan, pembinaan dan pendampingan kepada para pedagang bakso. Yuli memaparkan ada dua poin utama dalam pelatihan yaitu manajemen keuangan dan kebersihan produksi. “Pedagang harus pandai mengelola dana dari hasil penjualan bakso. Kami meminta 30 persen dari penghasilan ditabung, sisanya untuk modal usaha kembali. Untuk kebersihan produksi, kami meminta pedagang memakai bahan halal dan tidak berbahaya. Jadi benar-benar sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan Dompet Dhuafa akan melakukan pendampingan selama satu tahun. Dari hasil evaluasi pelaksanaan Pedagang Tangguh Miwon tahun-tahun sebelumnya, Yuli mengungkapkan banyak pedagang yang sudah tumbuh dan berkembang usahanya. “Hampir semua pedagang bertumbuh dengan usaha mereka. Pengalaman kami sebelumnya dulu pedagang punya satu gerobak, sekarang sudah ada yang punya 1-3 toko,” cetus Yuli. Baca: Dompet Dhuafa Siapkan Program Pemberdayaan Perempuan

Hingga saat ini pelaksanaan program memang baru terbatas di Jakarta, padahal kebutuhan akan pembinaan pedagang cukup banyak. “Sekarang memang baru 250 pedagang bakso di Jakarta. Mudah-mudahan ke depan bisa meluas ke provinsi lain,” jelas Yuli. Pembinaan Pedagang Tangguh Miwon lainnya yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa diantaranya meliputi laporan wajib kelompok, pertemuan pekanan, dan capacity building. Setiap Pedagang Tangguh Miwon memperoleh modal usaha hingga Rp 5 juta.