Miwon Indonesia melaksanakan program CSR bertajuk Pedagang Tangguh Miwon bagi pedagang bakso. Dompet Dhuafa yang berlaku sebagai pelaksana teknis program tersebut pun menyeleksi ketat para pedagang terpilih.

“Untuk seleksi, kami mengutamakan higienitas pedagang karena kami tidak mau nama Dompet Dhuafa atau Miwon tercemar. Jadi kami memilih pedagang yang tidak mencampur-campur daging sapi dengan daging lainnya, yang memakai daging sapi 100 persen,” ujar Yuli, saat ditemui usai peluncuran program Pedagang Tangguh Miwon, Senin (9/11). Baca: Miwon Berdayakan Pedagang Bakso
Dalam kerjasama ini, Dompet Dhuafa akan memberikan pelatihan, pembinaan dan pendampingan kepada para pedagang bakso. Yuli memaparkan ada dua poin utama dalam pelatihan yaitu manajemen keuangan dan kebersihan produksi. “Pedagang harus pandai mengelola dana dari hasil penjualan bakso. Kami meminta 30 persen dari penghasilan ditabung, sisanya untuk modal usaha kembali. Untuk kebersihan produksi, kami meminta pedagang memakai bahan halal dan tidak berbahaya. Jadi benar-benar sehat,” ujarnya.
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
- Musim Dingin di Palestina, BMM Kirim Relawan Untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
- CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Standar Baru Pengelolaan Kekayaan Nasabah HNWI
Ia menambahkan Dompet Dhuafa akan melakukan pendampingan selama satu tahun. Dari hasil evaluasi pelaksanaan Pedagang Tangguh Miwon tahun-tahun sebelumnya, Yuli mengungkapkan banyak pedagang yang sudah tumbuh dan berkembang usahanya. “Hampir semua pedagang bertumbuh dengan usaha mereka. Pengalaman kami sebelumnya dulu pedagang punya satu gerobak, sekarang sudah ada yang punya 1-3 toko,” cetus Yuli. Baca: Dompet Dhuafa Siapkan Program Pemberdayaan Perempuan
Hingga saat ini pelaksanaan program memang baru terbatas di Jakarta, padahal kebutuhan akan pembinaan pedagang cukup banyak. “Sekarang memang baru 250 pedagang bakso di Jakarta. Mudah-mudahan ke depan bisa meluas ke provinsi lain,” jelas Yuli. Pembinaan Pedagang Tangguh Miwon lainnya yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa diantaranya meliputi laporan wajib kelompok, pertemuan pekanan, dan capacity building. Setiap Pedagang Tangguh Miwon memperoleh modal usaha hingga Rp 5 juta.

