Dr. Zakir Naik: “Agama Islam dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan”

[sc name="adsensepostbottom"]

Politik sudah semestinya menjadi bagian dari ummat Islam. Karena Islam sendiri adalah agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan ummat manusia, tidak separuh-separuh.

Ulama karismatis yang berasal dari India – Dr. Zakir Abdul Karim Naik (Zakir Naik) dalam konferensi pers di sela-sela lawatannya di Indonesia ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)  Yogyakarta baru-baru ini menyatakan, bahwa agama Islam dengan politik adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan.

“Islam adalah pandangan hidup yang juga mencakup urusan politik. Islam sebagai panduan hidup, seharusnya benar-benar diterapkan oleh ummat Islam. Apalagi dalam agama Islam ini telah diajarkan apa saja yang boleh dikerjakan dan yang dilarang. Termasuk juga politik, sudah semestinya menjadi bagian dari ummat Islam,” jelas Zakir Naik dengan tegas.

Menurut Dr. Zakir Naik, saat ini banyak pemimpin yang tidak mengaplikasikan ajaran dari Al-Quran dan Al Hadits. Menurut Zakir, para politisi Muslim banyak yang memisahkan antara agama dengan politik adalah lantaran karena merasa takut kehilangan jabatannya.

Padahal, terang Zakir, Rasulullah Muhammad SAW sudah memberikan contoh atau tuntunan, bahwa pada saat Nabi Muhammad menjadi khalifah (pemimpin), ajaran Alquran dan Al Hadits benar-benar diterapkan di semua sendi kehidupan bernegara, termasuk juga politik.

Zakir Naik lalu menambahkan, Rasulullah Muhammad Saw menerapkan politik sesuai dengan syariat Islam. Hal ini lah, menurut Zakir Naik, yang perlu dicontoh oleh para pemimpin kita.

“Kepemimpinan Nabi Muhammad Saw adalah contoh dari kepemimpinan terbaik,” demikian Dr. Zakir Naik.