
Merespon berita ekonomi syariah mengenai kerjasama di sektor ekonomi Islam ini, Direktur FDI Dubai, Fahad Al Gergawi menanggapinya dengan penuh keyakinan bahwa penerapan standar baru di sektor industri halal ini merupakan sebuah seruan kepada negara-negara lain untuk ikut menggerakkan ekonomi Islam, dan fokus ini diharapkan akan menjadi yang terbaik di dunia, sesuai dengan mandat dari Yang Mulia Mohammed Bin Rashid Al Maktoum selaku wakil presiden Uni Emirat Arab sekaligus perdana menteri Dubai. Fahad juga mengatakan kolaborasi melalui pertukaran pengetahuan dan keahlian dengan IHI bertujuan meningkatkan kepemimpinan dari segi kualitas dan keamanan yang berkelanjutan pagi para pelaku usaha di bidang industri halal di Dubai.
Ke depannya, Dubai memiliki visi sebagai kiblat ekonomi Islam dunia sekaligus sebagai vibrannya ekonomi persekutuan negara Arab. Visi misi tersebut antara lain termasuk dalam pengembangan instrumen ekonomi syariah, makanan halal dan standar perdagangan, serta pengembangan standar kualitas manajemen dan kontrak kerjasama ekonomi syariah.
Visi misi tersebut disambut antusias oleh IHI melalui perwakilannya Sheikh Mohammed yang mengaku antusias dengan kerjasama tersebut dalam hal pengembangan industri halal di sektor gaya hidup Dubai yang berpotensi mencaplok aset pasar sebesar USD 1,62 Triliun.
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Pernyataan Sheikh sejalan dengan Direktur Eksekutif IHI, Jumaatun Azmi yang berkeyakinan bahwa dalam kolaborasi ini IHI mampu untuk mengkombinasikan seluruh ide dan konsep yang diusung untuk memberikan input positif ke sektor industri halal Dubai, mulai dari profesionalisme, integritas dan visi berbasis Islami, secara hal teknis tersebut sudah pernah dijajaki melalui kerjasama dengan negara lain, termasuk Malaysia sendiri, tempat dimana IHI bernaung.
Azmi sendiri menanggapi serius kerjasama dengan pemerintah akan mampu menjadi pemain serius di industri halal berbasis ekonomi Islam yang akan menjadi pelopor pelatihan, konsultasi, serta gerbang bisnis di negara Timur Tengah untuk produk yang tersertifikasi halal.
IHI sendiri diketahui sejajar dengan Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO di bidang pengembangan standarisasi dan kode etik perdagangan. Mampukah IHI yang menjadi organisasi standar halal dunia meningkatkan sektor ekonomi Dubai? Kita tunggu kelanjutannya.
Diolah dari http://www.zawya.com, IHIAlliance Facebook Page, dan http://www.ihialliance.org.

