Insiden sai dengan mengikrarkan Pancasila dan bernyanyi Ya Lal Wathan telah mencoreng nama Indonesia.
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Arab Suadi. Agus Maftuh Abegebriel menyayangkan perilaku jamaah umrah yang bertindak tidak pantas saat melakukan ibadah sai atau berlari-lari kecil dari bukit Shafa da Marwah.
Para jamaah umrah Indonesia tersebut melantunkan ikrar Pancasila dan menyanyikan lagu Ya La Wathan di tengan kerumunan umat yang bersai.
Agus mengatakan, KBRI melindungi seluruh ekspatriat Indonesia di Saudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun jika ada ekspatriat Indonesia di Arab Saudi yang melakukan tindakan di luar kepatutan dan norma-norma yang berlaku akan diprotes pertama kali oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
- CIMB Niaga Apresiasi Nasabah dan Seniman Musik Tanah Air via Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia “Simfoni Suara Hati”
- CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK dan Beragam Solusi Digital
- Bank Mega Syariah Gandeng Pegadaian Perluas Akses Layanan Haji dan Umrah
- Bank Muamalat Raih Penghargaan Indonesia Public Relations Top Leader 2026
Protes Pemerintah Kerajaan Arab Saudi itu akan dialamatkan secara diplomatik ke Dubes RI sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi. “Aksi di Mas’a (tempat sai) tersebut berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi,” ungkap Agus dalam rilisnya yang diterima MySharing, Selasa (27/2) malam.
Agus mengimbau seluruh ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi. Jamaah diminta tidak mengulang kesalahan yang sama.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi umrah dan haji. Insiden sai dengan mengikrarkan Pancasila dan bernyanyi Ya Lal Wathan telah mencoreng nama Indonesia.
Video rekaman aktivitas sai yang tidak pantas tersebut tersebar di dunia maya. Di Indonesia bahkan video ini mendapatkan kecaman dari banyak pihak karena dianggap tidak pantas dilakukan.

