Bisnis online di Indonesia berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan smartphone disertai dengan akses internet yang cepat semakin memudahkan masyarakat untuk berbelanja online. Indonesia sebagai negara kepulauan pun membuatnya menjadi pasar potensial bagi perkembangan bisnis online. Apa sebab?

Menurutnya, e-commerce pun lebih dibutuhkan di Indonesia daripada di negara maju lainnya. Mengapa? Karena infrastruktur fisik di negara lain sudah lebih maju, sementara Indonesia masih terkendala oleh infrastruktur yang belum siap sepenuhnya. Selain itu,kini hampir seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses internet. Bahkan, lebih banyak yang memiliki telpon seluler dibanding produk perbankan, sehingga membuka peluang pasar bisnis online yang semakin luas.
Ken menyebutkan dari sisi transaksi pun terus berkembang. Ia menyontohkan salah satu situs e-commerce dapat membukukan 4000-5000 transaksi per hari. Kaskus sendiri mencatat nilai transaksi sebesar 160 juta dolar AS per bulan, dengan jumlah pengguna mencapai 30 juta orang.
- Bank Muamalat Selenggarakan Muamalah Executive Class di 4 Kota
- KB Bank Syariah Gelar Aksi CSR Serentak, Perkuat Kontribusi Sosial se-Indonesia
- Sambut Idulfitri 1447 H, Bank Muamalat Optimalkan Layanan Kantor Cabang dan Digital
- Royco dan Masjid Istiqlal Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Ramadhan
“E-commerce Indonesia sangat menjanjikan, ada yang ke fashion, ritel, produk kesehatan. Sekarang ini memang masih kecil tapi beberapa tahun lagi akan besar. Ini tanda e-commerce mulai berkembang, karena entepreneur sekarang mulai sangat fokus dan eksekusinya bagus,” papar Ken.

