Perekonomian global yang semakin tidak pasti, membuat Pemerintah R.I. mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi di tanah air dengan menyiapkan stimulus fiskal.

Menurut Menteri Keuangan – Bambang P.S. Brodjonegoro, stimulus fiskal ini tidak harus diberikan dalam bentuk fresh money. Namun kebijakan yang akan memberikan dampak langsung dalam jangka pendek, misalnya, merupakan salah satu bentuk stimulus fiskal.
“Stimulus itu jangan hanya diartikan harus ada uang segar yang disuntikkan ke dalam perekonomian, lebih bagus kalau stimulus fiskal itu adalah kombinasi dari fresh money dan kebijakan. Tentunya kita pilih kebijakan yang langsung punya dampak dalam jangka pendek,” papar Bambang dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin (17/9/2015).
- BCA Syariah Gelar Journalist Writing Competition 2026, Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah
- CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Ajak Generasi Muda “Berani Tersesat, Temukan Mimpimu”
- Transaksi Nirsentuh dan Debit Online Kartu Shar-E Debit Bank Muamalat Terus Meningkat
- Bank Mega Syariah Perkuat Segmen Lifestyle via METRO Modest Fashion Week
Bambang lalu mengungkapkan, sejalan dengan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I September 2015 yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2015 lalu, pemberian stimulus fiskal oleh pemerintah akan mencakup empat hal. Keempat hal tersebut adalah; percepatan penyerapan anggaran yang tepat sasaran, peningkatan daya beli, insentif terhadap dunia usaha, dan kebijakan lainnya.
“Stimulus fiskal itu kita lakukan melalui percepatan penyerapan anggaran yang tepat sasaran, meningkatkan daya beli, insentif terhadap dunia usaha, dan kebijakan lainnya. Intinya kita ingin bisa survive dalam kondisi global yang penuh uncertainty ini. Kita harus jaga ekonomi ini tetap tumbuh dalam kondisi ketidakpastian global,” demikian Menteri Keuangan R.I. – Bambang Brodjonegoro.

