Suksesi kepemimpinan nasional pasca Pilpres 2014 yang akan berlangsung sebentar lagi, menimbulkan beragam harapan baru bagi berbagai kalangan di tanah air, tidak terkecuali kalangan praktisi ekonomi syariah.

Harapan baru memang pantas disematkan kepada para calon pemimpin baru Indonesia oleh kalangan ekonomi syariah di tanah air saat ini, mengingat track record para pemimpin nasional Indonesia pada era-era sebelumnya, secara faktual masih sangat kurang komitmennya terhadap pengembangan ekonomi syariah di tanah air.
Seperti harapan yang disampaikan tokoh ekonomi syariah – Prof. Dr. Muhammad Amin Suma kepada mysharing di Jakarta, awal pekan ini (30/5/14). Menurut Amin, siapa pun yang akan menjadi Presiden Indonesia nantinya, sejatinya harus pro aktif terhadap pengembangan ekonomi syariah di tanah air.
“Karena ekonomi syariah ini sudah bukan lagi ekonomi pinggiran yang hanya dilakukan oleh kaum muslim di Negara-Negara Islam, melainkan dunia sudah mengaku eksistensi ekonomi syariah. Itu faktanya. Dan kenyataannya, bank-bank asing kini sudah mau menanamkan saham-sahamnya ke bank-bank syariah di Indonesia,” papar Amin, yang juga Guru Besar dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Amin lantas melanjutkan, saat ini adalah momen yang sangat bagus bagi generasi baru pemimpin bangsa ini untuk mulai menoleh kepada ekonomi syariah. Terlebih lagi ekonomi syariah saat ini sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi dan keuangan yang tengah berlaku di dunia saat ini.
“Kerugian bukan hanya ganda tapi multi, apabila menampik ekonomi dan keuangan syariah. Karena sistem ini sudah tidak lagi dalam konteks arti sempit di keagamaan, apalagi di perpolitikan. Tapi ini murni pedekatan ekonomi,” lanjut Amin,
Karena itu, tegas Amin, siapa pun Presiden Indonesia yang akan terpilih nantinya, sejatinya harus punya ketulusan atau rasa senang hati di dalam menjalankan penerapan ekonomi syariah, dan jangan menganggapnya sebagai hambatan.
”Dalam menjalankan kebijakan ekonomi syariah, salah satu syaratnya harus punya kelapangan dada, bahwa ini bukan politik agama, tapi memang dibutuhkan,” tegas Amin.
Amin berharap, apa yang ditegaskannya di atas bisa menjadi kenyataan. Dan di dalam penerapan ekonomi syariah itu nantinya di tanah air, menurut Amin, bukan hanya Presiden dan Wapresnya saja yang harus aktif melaksanakannya, melainkan juga harus didukung oleh para menteri-menterinya.
“Ummat Muslim di tanah air dan juga seluruh masyarakat sudah ready dengan ekonomi syariah. Sehingga kita berharap, pemerintahan yang baru, nantinya dapat memberikan hak yang sama terhadap penerapan sistem ekonomi yang syariah di tanah air. Berikanlah kesempatan yang sama kepada sistem ekonomi syariah ini untuk bisa menawarkan dirinya ke pasar, sehingga nanti masyarakat yang akan menentukan pilihannya,” demikian Prof. Dr. Muhammad Amin Suma.

