Dalam diskusi “Mainstreaming Islamic Finance into Global Initiatives: Another Formidable Pillars in Promoting SDGs”, yang termasuk acara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Deputi Gubernur BI – Dody Budi Waluyo menyampaikan prinsip-prinsip khusus ekonomi dan keuangan syariah yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurut Dody Budi Waluyo, prinsip-prinsip khusus ekonomi dan keuangan syariah yang mendukung pembangunan berkelanjutan tersebut antara lain; Pertama, menyediakan pembiayaan yang mendukung kegiatan ekonomi riil. Kedua, bergantung pada pembagian laba dan rugi yang akan menggantikan penekanan dari kelayakan kredit peminjam dengan penciptaan nilai dan kelayakan ekonomi investasi sekaligus mencegah spekulasi. Ketiga, memfasilitasi redistribusi kesejahteraan dan peluang.
“Hal-hal tersebut lah yang dapat meningkatkan inklusi keuangan, mengurangi kesenjangan, dan mencapai kemakmuran,” tandas Dody dalam momen diskusi internasional yang diselenggarakan di Bali pada akhir pekan lalu tersebut.
Dody Budi Waluyo lalu menambahkan, ekonomi dan keuangan syariah pun dapat berfungsi sebagai pilar tangguh, guna mengatasi tantangan ekonomi nasional, serta menghadapi inisiatif global dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, Indonesia, kali ini memang menarik. Karena menandai pertama kalinya, topik ekonomi dan keuangan syariah dibahas dalam agenda penting dunia ini. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia untuk menjadi salah satu pusat utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia.

