Salah satunya, inflansi 3,61 persen di sepanjang tahun 2017.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, tingkat kemiskinan di Indonesia mulai menurun. Data per September 2017 menunjukkan tingkat kemiskinan mencapai titik terendah selama hampir dua dekade, yaitu sebesar 10,12 persen.
Menurutnya, ada beberapa hal yang mendorong penurunan kemiskinan. Pertama adalah tingkat inflasi yang terkendali di sepanjang 2017 yang masih masuk target yaitu 3,61 persen. “Ini sangat membantu orang yang miskin jadi sudah nggak miskin lagi,” ujar Bambang dalam konferensi pers “Membedah Angkan Kemiskinan dan Kesenjangan : Data Terkini BPS” di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1).
Kedua, lanjut dia, yaitu meningkatnya upah riil petani dalam 6 bulan terakhir sebesar 1,05 persen. Masyarakat miskin itu paling banyak dari petani dan buruh. Denganupah riilnya meningkat 1,05 persen maka kemiskinan menurun.
- Transaksi Nirsentuh dan Debit Online Kartu Shar-E Debit Bank Muamalat Terus Meningkat
- Bank Mega Syariah Perkuat Segmen Lifestyle via METRO Modest Fashion Week
- CIMB Niaga Umumkan Pemenang Beasiswa Jurnalis dan 4 Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship 2026
- Bank Muamalat dan BMM Hadirkan CWLD Seri 001 untuk Program Gerobak Surya UMKM
Faktor pendorong ketiga, adalah adanya integrasi program-program penanggulanan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.
Contohnya, sebut Bambang, adanya perbaikan data untuk targeting dan penyaluran bantuan non-tunai melalui satu kartu, Program Keluarga Harapan (PKH) telah diintegrasikan dengan bantuan lain, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah mulai berjalan.
Adapun faktor keempat adalah dana desa sudah lebih baik dalam hal cara penyaluran dan pemakaiannya. “Ini karena ada tendensi yang baik dari penurunan kemiskinan di pedesaan menjadi semakin cepat dari perkotaan. Ini berarti bisa kita lihat sebagai akibat dari upah buruh yang membaik dan dana desa yang tepat sasaran,” tegas Bambang

